Cetak Kader Fuqoha, Ma’had Aly Nurul Jadid Gelar Wisuda ke-XI: Kiai Zuhri Tekankan Pentingnya Amaliah Ilmu
berita.nuruljadid.net – Ma’had Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo kembali mengukuhkan para pejuang ilmu dalam prosesi Wisuda Mahasantri ke-XI. Acara khidmat ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, serta segenap jajaran pengurus dan wali santri.
Dalam sambutannya, Kiai Zuhri Zaini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus Ma’had Aly yang konsisten melahirkan lulusan setiap tahunnya. Beliau berharap lembaga ini terus mampu mencetak kader umat dan fuqoha (ahli fiqih) yang mumpuni.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Kiai Zuhri menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah titik akhir dari proses belajar. Beliau mengingatkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban seumur hidup yang harus terus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Apa yang dicapai sekarang baru awal. Tugas kita sebagai ahli ilmu bukan hanya memperbanyak wawasan, tetapi menerapkan ilmu tersebut di tengah masyarakat. Apa gunanya ilmu jika tidak diamalkan?” tegas Kiai Zuhri.
Beliau juga menambahkan bahwa ilmu agama memiliki kedudukan istimewa karena bersumber langsung dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Oleh karena itu, selain penguasaan materi, diperlukan semangat dakwah yang tinggi untuk menyebarkan ilmu sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Senada dengan pengasuh, K. Muhammad Alfayyadl (Gus Fayyadl) menjelaskan bahwa Ma’had Aly Nurul Jadid merupakan lembaga khusus tafaqquh fiddin yang fokus pada pendalaman ilmu fiqih. Untuk mendukung cita-cita melahirkan ulama, Ma’had Aly kini telah berinovasi dengan membuka program Marhalah Tsaniyah (setara S2).
“Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi mahasantri untuk memperdalam ilmu yang telah didapat dari Marhalah Ula (S1),” ungkap Gus Fayyadl. Ia menekankan bahwa esensi seorang ulama adalah mereka yang memiliki rasa takut (khosyah) kepada Allah SWT yang lahir dari kedalaman ilmunya.
Acara semakin berbobot dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dahlan. Dalam paparannya, beliau menyebutkan bahwa ilmu yang ideal adalah ilmu yang dikuasai, direfleksikan, dan diamalkan dengan landasan keikhlasan.
“Amal lahiriah itu ibarat raga yang tegak, namun tanpa keikhlasan, amal tersebut tidak memiliki ruh. Pengetahuan tidak boleh berhenti hanya sebagai teori, melainkan harus mewujud dalam tindakan nyata,” pesan Prof. Dahlan di hadapan para hadirin.
Prosesi wisuda ditutup dengan pesan menyentuh dari Kiai Zuhri agar para lulusan tidak pernah melupakan jasa para guru, mulai dari mereka yang mengajarkan dasar-dasar huruf hijaiyah hingga para dosen di jenjang tinggi, serta memuliakan peran orang tua yang telah mendampingi hingga titik ini.
Pewarta: Ahmad Zainul Khofi
Editor: Ponirin Mika

















































