Pos

Klinik Az-Zainiyah Serah Terima Vitamin HiC1000 Simbolis Kepada Masyarakat dan Pengurus

nuruljadid.net – Klinik Az-Zainiyah kembali menerima sumbangan vitamic HiC1000 dari PT. Kalbe Farma Tbk sebanyak 18.000 botol yang akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar, santri juga pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid. Hal ini sebagai ikhtiar memperkuat imunitas masyarakat dan santri khususnya menjelang perayaan Idul Adha 1443 H.

HiC1000 adalah minuman suplemen Kesehatan Vitamin C 1000 mg sekali minum (one shot) tanpa soda dan tanpa pengawet, dengan kandungan buffered Vitamin C atau sodium askorbat yang lebih tidak asam sehingga membuat lambung lebih nyaman. HiC1000 ini sangat berguna dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal.

(Penyerahan HiC1000 secara simbolis dari Klinik Az-Zainiyah oleh Wakil Pelaksana Harian Ahmad Kholid Fauzi kepada perwakilan Takmir Masjid Baitis Salam Paiton Bapak Juprianto)

Menyoal acara, serah terima sumbangan suplemen kesehatan HiC1000 itu berlangsung di Aula Mini Pondok Pesantren Nurul Jadid setalah pihak Kalbe menyerahkan sebelumnya kepada pihak Klinik. Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah menyerahkan HiC1000 ini secara simbolis kepada setiap perwakilan masyarakat dan pengurus setiap wilayah.

(Sesi foto bersama pasca Penyerahan HiC1000 secara simbolis kepada perwakilan Takmir Masjid Baitis Salam dan Pengurus Pesantren Nurul Jadid Paiton)

Turut hadir dalam acara serah terima tersebut Wakil Pelaksanan Harian Ahmad Kholid Fauzi, Kabid Penataan Wilayah Biro Kepesantrenan Alief Hidayatullah, Takmir Masjid Baitis Salam Tanjung Paiton Juprianto, Kasubbag Humas Infokom Mujiburrohman, perwakilan wilayah putri dan personil Klinik Az-Zainiyah.

(Sesi foto bersama pasca Penyerahan HiC1000 secara simbolis kepada perwakilan setiap wilayah pusat dan satelit putri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton)

Direktur Klinik Az-Zainiyah Nurul Jadid Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah mengungkapkan rasa syukurnya karena banyak orang baik yang ikut berjuang demi kesehatan masyarakat khususnya santri di tengah ancaman virus dengan beragam variannya yang belum kunjung usai. Beliau juga menyampaikan banyak terima kasih kepada PT. Kalbe Farma Tbk yang telah membantu dalam menjaga imunitas santri dengan sumbangan 18.000 botol HiC1000.

“18.000 botol itu tidak sedikit, kami sangat berterima kasih kepada PT. Kalbe Farma Tbk atas sumbangannya, insyaallah suplemen Kesehatan tersebut akan kami bagi ratakan kepada seluruh santri dan pengabdi juga masyarakat sekitar,” tutur Ny. Hj. I’ah saat diwawancarai kru Nurul Jadid Media.

 

 

(Humas Infokom)

Pesantren Salurkan Ramuan obat Untuk Pengobatan Covid- 19

nuruljadid.net- – Pemberian obat ramuan untuk pengobatan covid-19 (Bio Nuswa) dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu malam (03/05) kepada keluarga pengasuh, tim gugus tugas dan pengurus pesantren yang masih bertugas ditengah pandemi covid-19.

Tentunya, mereka juga butuh suplemen untuk memperkuat daya tahan tubuh agar dapat menangkal virus corona dan juga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan maksimal, ” Ungkap Ustadz Bahrudin saat menyalurkan ramuan obat tersebut bersama rombongan.

Adalah Prof. Dr. Sukardi alias Prof Dr. Ainul Fatah alias Gus Inul adalah Sang Penemu BIO NUSWA merupakan satu dari enam Prof Ahli Mikro Kultur bakteriologi di dunia. Menempuh pendidikan di Ryukyu University, sebuah Universitas di pulau Kyushu Okinawa Jepang. S2 mengambil bidang mikrobakteriologi, S3 mengambil bidang mikro kultur bakteriologi.

Kepala Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, M. Ag mengatakan, suplemen ini mengandung bakteri yang dapat mengelilingi virus COVID-19 sehingga membuat virus ini tidak aktif kemudian membuka epitel/cangkangnya sehingga tubuh dapat cepat mengenali virus tersebut dan mengeluarkan antibodi untuk melawannya. Seseorang yang dinyatakan positif COVID-19 dalam 1 – 3 hari setelah minum suplemen ini bisa negatif.

Kiai Hamid menambahkan, untuk pencegahan cukup sekali 3 sdt (5ml) diminum atau dicampur minuman. dan dua kali sehari untuk pengobatan jika sudah ada gejala sakit sehari 3 kali @1 sdm (15ml).

Sementara Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil menyampaikan, Pesantren sementara masih menyediakan ramuan untuk kalangan terbatas, yaitu untuk keluarga pengasuh, tim gugus covid-19 dan pengurus yang masih bertugas manjaga Pondok Pesantren Nurul Jadid.

 

 

Pewarta : PM

Galeri Foto: Clinic Award & Launching BAKSOS Harlah 71 serta Program Nurul Jadid Bebas DBD oleh Klinik Az-zainiyah

Galeri Foto: Peringatan 1 Dekade Haul GusDur

Galeri Foto: Perpustakaan Umum Ma’had Aly Nurul Jadid

Galeri Foto: Bimbingan Teknis Laundry dan Mahrom Biro Kepesantrenan

Biro Kepesantrenan Tingkatkan Pelayanan Laundry dan Mahrom melalui BIMTEK

Biro Kepesantrenan Tingkatkan Pelayanan Laundry dan Mahrom melalui BIMTEK

nuruljadid.net – Biro Kepesantrenan, Pondok Pesantren Nurul Jadid. Khususnya Bidang Kesejahteraan Santri mengadakan Bimbingan Teknik (BIMTEK) untuk Pelayanan Mahrom dan Laundry pada senin malam (06/01/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh Sekrertaris Biro Kepesantrenan, Saili Aswi. Kepala Bidang Kesejahteraan Santri, Abdul Ghafur Haikal. Kepala Bidang Penataan Wilayah, Fathol Lathif, dan Pengurus – Pengurus Wilayah serta para Penatu yang bekerja sama dengan PP. Nurul Jadid.

Kegiatan ini, Menurut Abdul Ghafur Haikal, Kepala Bidang Kesejahteraan Santri, bertujuan untuk menertibkan alur laundry bagi para Dobi dan menjelaskan kepada mereka untuk menjaga kesucian pakaian laundry itu dengan baik.

Seraya dengan hal itu, ustadz Saili Aswi, Sekrertaris Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid mengatakan dalam sambutan. Ia sangat senang sekali dan berterima kasih karena telah sudi meluangkan waktunya untuk bisa hadir ke acara.

Bapak Mustafa Syukur saat menjelaskan tentang kesucian pakaian laundry

“Atas nama biro kepesantrenan, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu sekalian yang telah sudi hadir di ruangan ini,” ucap ustadz saili aswi dalam acara yang bertempat di Aula PP. Nurul Jadid.

Selain itu, Ustadz saili (sapaan akrabnya Saili Aswi), berharap dengan kegiatan itu bisa membawa hikmah dan sesuatu yang bisa di ambil manfaat serta pengetahuan bagi semua orang terutama santri dan pengurus.

“Kami berharap dengan adanya bimtek ini, terutama di bidang laundry agar di niati bahwa kita me-laundry itu bukan semata-mata karena kerja tapi melainkan untuk membantu santri dan pesantren (niateh ka angguy abentoh santreh ben pesantren) kalaupun nanti ada materi itu semata-mata dari Allah SWT,” harapnya.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Galeri Foto: Serah terima bantuan wakaf Alat Permainan Edukatif (APE) Lazizkaf untuk TK Ceria Karanganyar

40 Orang Guru SMP Islam Raden Paku Surabaya Berkunjung ke PP. Nurul Jadid

40 Orang Guru SMP Islam Raden Paku Surabaya Berkunjung ke PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Kamis pagi, (26/12/2019). Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali kedatangan tamu dari SMP Islam Raden Paku Surabaya yang bertempat di Aula Mini Universitas Nurul Jadid.

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturrahim dan mengenal lebih lanjut tentang PP. Nurul Jadid beserta lembaga – lembaga yang ada dibawah naungannnya khususnya SMP Nurul Jadid.

“Suatu kehormatan bagi kami, bisa diterima ditempat ini (PP. Nurul Jadid, red) dan juga disambut dengan senang hati,” ungkap Bapak Muhammad Nashih Kepala SMP Islam Raden Paku Surabaya dalam sambutan.

Ditempat yang sama, Kepala SMP Nurul Jadid, Bapak Didik Priyagung Wicaksono. turut hadir pula menemui tamu kunjungan. Dalam sambutannya ia menjelaskan tentang sistem manajemen dan pengelolaan lembaga – lembaga yang berada di bawah naungan PP. Nurul Jadid.

Penerimaan cindera mata dari Kepala Sekolah SMP Nurul Jadid, Bapak Didik Priyagung Wicaksono (Kiri) kepada Kepala Sekolah SMP Islam Raden Paku Surabaya, Bapak Muhammad Nashih (Kanan)

Penerimaan cindera mata dari Kepala Sekolah SMP Nurul Jadid, Bapak Didik Priyagung Wicaksono (Kiri) kepada Kepala Sekolah SMP Islam Raden Paku Surabaya, Bapak Muhammad Nashih (Kanan)

“Peningkatan kualitas di SMP Nurul Jadid yakni program LIPS dan keagaman, yang mana siswa – siswinya terfokuskan kepada Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Kalau yang keagamaan kami sudah mengikuti program yang ada di Pondok Pesantren,” tuturnya dalam sambutan.

Tak hanya itu, Bapak Agung (sapaan akrab Bapak Didik Priyagung Wicaksono) melanjutkan sambutan dengan menjelaskan perkembangan pendidikan yang ada di SMP Nurul Jadid dari sejak berdirinya.

Pasca acara, segenap rombongan guru dari SMP Islam Raden Paku Surabaya yang berjumlah 40 orang itu, langsung meninjau ke SMP Nurul Jadid. Dan ditutup dengan pemberian cindera mata sekaligus foto Bersama kedua pihak.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

Edukasi Lingkungan BKLH NJ di Upacara HSN 2019

Edukasi Lingkungan BKLH NJ di Upacara HSN 2019

nuruljadid.net – Pasca upacara Hari Santri Nasional 2019 yang digelar oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Bidang Konservasi Lingkungan Hidup (BKLH) Nurul Jadid mengarahkan segenap santri yang hadir dalam acara tersebut untuk memungut sampah yang berserekan di lapangan. Selasa (22/10/2019).
Walaupun tidak banyak sampah yang dihasilkan dari acara yang bertempat di Lapangan PP. Nurul Jadid itu, MS. Rokim, Wakil Ketua BKLH Nurul Jadid menjelaskan. “Hal itu memang kami sengaja dilakukan agar para santri sekalian itu, sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” ungkapnya saat di temui nuruljadid.net ketika turut membantu para santri memungut sampah pasca acara.

salah satu anggota BKLH Nurul Jadid (kaos biru) sedang membuang sampah di gerobak sampah

Salah satu anggota BKLH Nurul Jadid (kaos biru) sedang membuang sampah di gerobak sampah

Lebih lanjut, hal itu juga sebagai cerminan bahwa BKLH Nurul Jadid sangat menekankan kepada para santri untuk menjaga kebersihan.
“Dan kami juga tegaskan kepada para santri itu untuk membuang sampah pada tempatnya walaupun satu sampah plastik bekas makanan,” imbuhnya.

Penulis : Jazul

Editor : Ponirin

BKLH Nurul Jadid Bangun Rumah Mesin Pengelolaan Sampah Plastik

BKLH Nurul Jadid Bangun Rumah Mesin Pengelolaan Sampah Plastik

nuruljadid.net – Bidang Konservasi Lingkungan Hidup (BKLH), Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali membenahi bangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Nurul Jadid yang bertempat di desa Karanganyar, Paiton. Dengan Bangunan Rumah Mesin Pengelolaan Sampah Plastik. Sabtu (19/10/2019).

Pembangunan tersebut diawali dengan pembacaan surat Yasin yang dihadiri oleh Kepala BKLH, K. Fahri Nur Chotim. Kepala Biro Umum PP. Nurul Jadid, KH. Faiz AHZ, seluruh anggota BKLH dan masyarakat sekitar.

Pasca selesai Bangunan tersebut, Kepala BKLH, K. Fahri Nur Chotim berharap, Rumah Mesin Pengelolan Sampah Plastik itu bisa mendorong masyarakat sekitar dalam mengelola sampah dengan baik dan benar.

“Dengan penambahan unit pengelolaan sampah ini bisa menjadi motivasi dan penggerak bagi semua orang untuk lebih baik dalam mengurusi lingkungan dengan serentak dan terpenting sampah tidak menjadi masalah bagi masyarakat sekitar,” ungkap beliau dalam sambutan.

Kepala BKLH, K. Fahri Nur Chotim (songkok nasional) bersama Kepala Biro Umum PP. Nurul Jadid, KH. Faiz AHZ (baju batik) saat pemotongan tumpeng

Kepala BKLH, K. Fahri Nur Chotim (songkok nasional) bersama Kepala Biro Umum PP. Nurul Jadid, KH. Faiz AHZ (baju batik) saat pemotongan tumpeng

Searah dengan hal itu, Kepala Biro Umum, KH. Faiz AHZ mengharap dukungan kepada seluruh masyarakat sekitar, santri dan BKLH NJ dalam menjaga Bangunan TPST, mengolah sampah dengan baik dan menata lingkungan agar lebih apik.

“Harapan kami, dari pesantren (PP. Nurul Jadid, red) bahwa keberadaan TPST ini akan semakin baik dan menjadi lebih bermanfaat bagi pesantren, masyarakat dan lingkungan,” tutur beliau yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor IV Universitas Nurul Jadid.

“Saya titip kepada seluruh elemen baik itu dari perangkat desa, santri dan masyarakat. Sama – sama menjaga keberadaan TPST ini dan saya harap semua bisa saling menjaga kemudian saling melengkapi dan mengelola keberadaan TPST, karena sejatinya TPST ini merupakan milik dari kita semua,” pungkas beliau.

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

20191014_tim-paskibraka-bersama-menwa-unuja-siap-sukseskan-hsn-2019

Tim PASKIBRAKA Bersama MENWA UNUJA Siap Sukseskan HSN 2019

nuruljadid.net – Menjelang Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Pondok Pesantren Nurul Jadid melatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Nurul Jadid secara Rutin setiap sore hari di halaman Kampus Universitas Nurul Jadid (UNUJA) bagi PASKIBRAKA Putri dan Lapangan Ayaman Nurul Jadid bagi PASKIBRAKA Putra.

Latihan Persiapan HSN 2019 tersebut telah terealisasikan dari tanggal 12 – 20 Oktober 2019. Yang terdiri dari siswa – siswi SLTA yang terdiri dari unsur: Panji Pelopor, Forum Komunikasi Osis dan Tim Paskibraka NJ.

Pasukan PASKIBRAKA Putri saat latihan di Lapangan PP. Nurul Jadid

Pasukan PASKIBRAKA Putri saat latihan di Lapangan PP. Nurul Jadid

Nurmahmudi Ismail, MENWA sekaligus Pelatih PASKIBRAKA berharap agar latihan yang telah dan akan dilaksanakan itu bisa lebih baik. “Harapan saya teman-teman PASKIBRA bisa tampil maksimal ketika tanggal 22 Oktober nanti,” harap komandan Resimen Mahasiswa (MENWA) UNUJA itu.

Latihan  -tersebut meliputi; Pelatihan Baris Berbaris (PBB) dan Pelatihan Formasi Nama (Mozaik).

Mengenai peserta paskibra sebanyak 61 orang yang dilatih terdiri dari; Danki, komandan Upacara, dan komandan Pengibar Upacara.

Penulis : Badrus

Editor : Ponirin

PBDNJ Sabet 25 Medali di Bupati Cup 2019

PBDNJ Sabet 25 Medali di Bupati Cup 2019

nuruljadid.net – Perguruan Bela Diri Pondok Pesantren Nurul Jadid (PBDNJ) menjadi Juara Umum dalam lomba Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2019 yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Probolinggo. Sabtu (12/10/2019).

Lomba tersebut digelar di GOR Sasana Krida, diikuti oleh 22 perguruan tinggi yang terdaftar di IPSI Probolinggo.

Dari lomba tersebut, PBDNJ berhasil menyabet 12 Medali Emas, 7 Medali Perak dan 6 Medali Perunggu

Ketua PBDNJ, G. Shollahuddin Wahid(baju putih) saat memegang Trofi Juara Umum

Ketua PBDNJ, G. Shollahuddin Wahid(baju putih) saat memegang Trofi Juara Umum

Mahmud Khusairi, Pengurus (PBDNJ) bagian Prestasi merasa senang dengan apa yang telah diraih oleh anggota PBDNJ. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih, dan saya sangat bangga terhadap anak didik kami baik yang di pesantren (santri, red) maupun yang cabang dibawah naungan PBDNJ tanpa latihan keras dan hubungan para kepengurusan PBDNJ maupun kepengurusan pesantren kami bukan apa – apa,” senangnya saat dihubungi nuruljadid.net via telepon.

“Harapan saya dan semua kepengurusan PBDNJ kepada teman – teman yang telah mendapatkan prestasi itu, bisa mempertahankan dan bisa dikembangkan lagi kedepannya dan yang belum mendapatkan juara saya harap latihannya lebih keras lagi, lebih semangat lagi biar mengharumkan nama besar PBDNJ dan PP. nurul jadid kedepannya,” pungkasnya

Ditempat yang sama, Bayu Kurniawan anggota PBDNJ yang mendapat medali emas tingkak remaja merasa sangat riang dan merasa bangga bisa bergabung dengan PBDNJ “Saya sangat bersyukur dengan apa yang telah saya raih ini, kalau bukan latihan yang konsisten dan bimbingan dari pada guru sekalian mungkin saya tidak bisa seperti ini,” paparnya saat dihubungi via telepon

Penulis : Ahmad

Editor : Ponirin

Pasca Kajian Kitab Matan, Begini Kesan Para Peserta kepada PP. Nurul Jadid

Pasca Kajian Kitab Matan, Begini Kesan Para Peserta kepada PP. Nurul Jadid

nuruljadid.net – Kegiatan Kajian Kitab Matan Taqrib yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Pondok Pesantren se-Probolinggo dan Launching Kajian Fathul Qorib PP. Nurul Jadid menyisakan kesan yang mendalam bagi segenap peserta. Seperti yang disampaikan oleh Syaifuddin, perwakilan dari PP. Baitis Sholihin, Genggong.

Ia menuturkan, kegiatan kajian kali ini begitu berbeda dengan kegiatan kajian yang sebelum – sebelumnya. “ketika tiba disini (PP. Nurul Jadid, red) kami merasa kagum melihat pesantren terbesar di kawasan probolinggo ini karena saya baru pertama kali kesini, kemudian ketika ketempat acara kami disambut dengan baik dan fasilitas yang ada ketika acara cukup memuaskan dan mungkin yang paling terkesan ketika selesai kajian pas waktu ramah tamah,” jelasnya kepada nuruljadid.net.

para peserta Kajian Kitab Matan saat mengikuti kegiatan FKPP di Masjid Jami' Nurul Jadid

para peserta Kajian Kitab Matan saat mengikuti kegiatan FKPP di Masjid Jami’ Nurul Jadid

Lainnya halnya dengan Himmatur Rizal, perwakilan dari PP. Ar-Rofi’iyah merasa takjub dengan PP. Nurul Jadid karena selain dengan lengkapnya Lembaga  – Lembaga formal yang berdiri di bawah naungan PP. Nurul Jadid. “namun tradisi – tradisi salafiyah seperti mengaji kitab kuning masih cukup kental,” terangnya.

“Semoga pondok pesantren nurul jadid ini terus berjaya meningkatkan kualitasnya dalam mengkaji kitab kuning dan tetap kontisten,”imbuhnya saat ditemui pasca acara.

Setala dengan hal itu, Nur Ahmad Rofiqi, perwakilan dari PP. Riyadus sholihin turut takjub dengan PP. Nurul Jadid. “Mungkin PP. Nurul Jadid ini bisa menjadi gambaran bagi pondok kami,” tuturnya.

Penulis : Agos

Editor : Ponirin