Intip Kesiapan Harlah: Sepekan Nurul Jadid Menuju Usia ke-77
berita.nuruljadid.net – Sepekan menjelang puncak peringatan Haul Masyayikh dan Hari Lahir (Harlah) ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid, sejumlah anggota Tim Ex-Officio melakukan persiapan yang lebih intensif pada setiap detail bagian, Ahad (11/01/26). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dalam kondisi siap serta menjamin pelayanan yang baik bagi tamu pesantren.
Tak dinyana, seturut hasil observasi lapangan, lebih dari separuh progress kesiapan telah rampung. Namun, bagi Tim, ketuntasan tersebut belum masuk dalam kategori “sempurna”, banyak hal yang masih belum tuntas dalam timeline yang telah tersusun.
“Beberapa hal penting telah kami rampungkan, seperti distribusi undangan, pemasangan umbul-umbul di sepanjang jalan menuju pesantren, dapur pusat juga sudah berjalan, dan beberapa hal lainnya,” ungkap, Moh. Shohibul Islam, Ketua Pelaksana Harlah ke-77.
Di balik persiapan itu, tambah Shohib, kami juga dihadapkan pada dinamika internal yang lumrah terjadi dalam organisasi. Namun, sebagaimana tradisi pesantren yang dibangun di atas nilai kebersamaan, persoalan itu, menurutnya, justru menjadi pemantik solidaritas.
“Kami mendorong bagian-bagian lain untuk bergerak saling menutup kekurangan. Di lapangan, semangat gotong royong itu terlihat nyata,” terangnya.
Sementara itu, menurut hasil pengamatan tim pewarta, tarub-tarub raksasa (tenda roder, red) kini telah berdiri kokoh di bawah hamparan langit di sekitar halaman pesantren. Lembaran-lembaran kain pun terlihat mulai membentang menutupi kerangka tenda. Hal ini menandai sebuah isyarat bahwa acara puncak Harlah kian dekat.
Menariknya, seluruh tarub yang digunakan tahun ini merupakan aset milik pesantren. “Ini hasil dari Harlah tahun lalu, yang bertepatan dengan Harlah NU ke-101. Waktu itu kami membeli tarub-tarub ini dan menjadikannya inventaris pesantren,” tutur Misbahul Munir, Pengurus Sekretariat Pesantren.
Di tengah segala keterbatasan, Nurul Jadid berhasil menunjukkan kemandiriannya, bahwa sebuah pesantren besar tak hanya merawat tradisi, tetapi juga membangun infrastruktur dan asetnya sendiri untuk jangka panjang.
Di samping itu, Tim Pelaksana tetap optimistis. Dalam tujuh hari ke depan, mereka yakin ritme kerja akan semakin cepat, satu per satu kendala akan terurai, dan puncak Harlah ke-77 akan terwujud semaksimal mungkin.
Pewarta: Dinda Amira Fanani
Editor :Ahmad Zainul Khofi


























