PSB Dibekali Sistem Digitalisasi Canggih, Wali Santri Kini Bisa Daftar dari Rumah
berita.nuruljadid.net – Pagi menjelang siang, suara riuh langkah kaki calon santri dan wali santri yang berdatangan dari berbagai penjuru kota kian ramai terdengar di halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis (02/07/2026). Satu per satu dari mereka menitipkan putra-putrinya untuk menimba ilmu di Nurul Jadid.
Kegiatan Penerimaan Santri Baru (PSB) tahun ini dipusatkan di Aula II Pesantren. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia kini menerapkan sistem verifikasi data berbasis digital. Hanya bermodalkan telepon seluler, calon santri maupun wali santri dapat memverifikasi data pendaftaran secara mandiri dari rumah sebelum datang ke pesantren.
Ketua Verifikasi Pendataan PSB 2026, Abdul Rosyid, mengatakan sistem tersebut dirancang untuk memangkas waktu antre yang biasa terjadi saat pendaftaran manual.
“Sekarang wali santri bisa mendaftarkan putra-putrinya dari rumah. Ketika sampai di sini, wali santri hanya perlu verifikasi ulang sehingga menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Rosyid di sela kesibukannya mengoordinasikan jalannya acara.
Yang menarik, sistem PSB di Nurul jadid tidak sepenuhnya meninggalkan sisi tradisional pesantren. Di tengah proses digitalisasi, tradisi sowan kepada pengasuh tetap dipertahankan sebagai bagian dari prosesi penyambutan santri baru. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus penanaman nilai-nilai kepesantrenan sejak hari pertama santri menginjakkan kaki di lingkungan pesantren.
Meski sistem digital dinilai banyak memudahkan, Rosyid mengakui masih ada kendala di lapangan. Beberapa wali santri, kata dia, belum terbiasa dengan proses verifikasi secara daring.
“Sejauh ini masih ada beberapa wali santri yang belum familier dengan sistem verifikasi digital. Namun, mereka terus beradaptasi dengan sistem yang telah diterapkan,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran proses pendataan, Rosyid mengerahkan 22 petugas yang terdiri atas 10 petugas putra dan 12 petugas putri. Mereka bertugas memeriksa kelengkapan data serta mendampingi santri beserta wali selama proses pendaftaran berlangsung.
Dengan sistem yang telah dirancang tersebut, Rosyid berharap proses Penerimaan Santri Baru 2026 dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan akurat, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang selama ini menjadi ciri khas pesantren.
Pewarta : Moh. Danil Handika
Editor : Mohammad Wildan Dhulfahmi



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!