Pesantren Nurul Jadid Hadirkan Sistem Cicilan hingga Setahun, Wali Santri Tak Perlu Lagi Cemas Soal Biaya

www.nuruljadid.net — Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, resmi membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Ajaran 2026 dengan gebrakan yang belum pernah ada sebelumnya: skema pembayaran biaya masuk yang bisa diangsur hingga satu tahun penuh. Jika PSB tahun-tahun lalu identik dengan kemudahan pendaftaran daring, tahun ini pesantren melangkah lebih jauh dengan menjawab kegelisahan paling nyata para orang tua yaitu soal biaya.

Keputusan ini lahir dari kesadaran pesantren bahwa kondisi ekonomi setiap keluarga berbeda-beda, dan finansial semestinya tidak pernah menjadi tembok penghalang bagi niat seorang anak untuk menuntut ilmu. Maka uang pangkal, yang biasanya menjadi beban terbesar di awal tahun ajaran, kini bisa dicicil bertahap sesuai kemampuan wali santri.

“Setiap wali santri memiliki situasi keuangan yang berbeda. Kami ingin memberikan solusi konkret. Melalui sistem angsuran ini, orang tua bisa merencanakan keuangan mereka dengan lebih nyaman tanpa merasa terbebani di awal,” ujar salah seorang panitia PSB.

Yang membuat skema ini semakin menenangkan hati orang tua adalah konsep all-in pada biaya awal. Begitu terdaftar, wali santri tidak perlu lagi memikirkan pos-pos pengeluaran susulan karena semuanya sudah tercakup dalam satu paket: administrasi pendaftaran, perlengkapan asrama, seragam, kitab, hingga buku pembelajaran. Tidak ada biaya siluman, tidak ada kejutan di tengah jalan. Transparansi inilah yang menjadi kunci ketenangan pikiran para orang tua.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap ikatan kekeluargaan yang telah terjalin, Nurul Jadid juga memberikan potongan biaya khusus bagi santri yang merupakan kelanjutan dari alumni dan melanjutkan pendidikan di lingkungan internal pesantren. Sebuah apresiasi nyata bagi keluarga besar yang telah lama menaruh kepercayaan pada pesantren ini.

Kebijakan yang humanis ini langsung memantik respons hangat dari masyarakat. Bagi banyak keluarga, skema angsuran memberi ruang napas yang begitu berarti di tengah pengelolaan ekonomi rumah tangga.

“Jujur, sistem pembayaran bertahap ini membuat kami sebagai orang tua merasa sangat dihargai dan dibantu. Kami tidak perlu menunda pendidikan anak hanya karena belum memegang uang tunai penuh di awal. Anak bisa langsung fokus mengaji dan belajar, kami pun bisa mencicilnya dengan tenang,” ungkap salah seorang wali santri dengan penuh rasa syukur.

Pondok Pesantren Nurul Jadid menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan berbasis pesantren yang inklusif, berkualitas, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat  membuktikan bahwa niat baik menuntut ilmu selalu bisa menemukan jalan.

Pewarta     : Maria Al Faradela

Editor        : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *