FKO dan Santri Putri dalam Panggung Student Talk Exhibitions
www.nuruljadid.net– Di tengah gempuran era digital yang menuntut kecakapan berkomunikasi dan ketajaman berpikir, Forum Komunitas Osis (FKO) Pondok Pesantren Nurul Jadid mengambil langkah taktis. Guna menjembatani kebutuhan ruang ekspresi bagi kaum muda, FKO menggelar agenda tahunan bertajuk Student Talk Exhibitions pada Jumat (12/06/2026) lalu.
Bertempat di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ), acara ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul biasa, melainkan panggung pembuktian bagi puluhan santri putri dari 7 lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren untuk unjuk gigi dalam olah pikir dan berbicara di depan publik.
Setiap lembaga diwajibkan mengirimkan 10 orang perwakilannya. Menariknya, Aula I seketika berubah menjadi potret keberagaman yang harmonis saat seluruh siswi delegasi hadir mengenakan seragam khas lembaga mereka masing-masing. Identitas visual ini sengaja diterapkan panitia untuk mempermudah identifikasi sekaligus menyalakan semangat kompetisi yang sehat antarlembaga.
Lebih dari sekadar latihan pidato, Student Talk Exhibitions tahun ini secara spesifik membedah realitas sosial yang paling dekat dengan kehidupan generasi Z. Setiap lembaga diwajibkan mengutus satu siswi aktif sebagai pembicara utama untuk mempresentasikan materi yang telah dikerucutkan berdasarkan jenjang pendidikan:
-
Tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP): Membedah fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dalam Kehidupan Sosial Remaja. Tema ini menyoroti kecemasan psikologis remaja yang takut tertinggal dari tren atau aktivitas sejawatnya.
-
Tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA): Mengangkat isu yang lebih berat, yakni Dampak Budaya Oversharing di Era Media Sosial terhadap Remaja. Materi ini menguliti batasan privasi yang kian bias di dunia maya serta risiko psikologis dan keamanan yang mengintai di baliknya.
Melalui dua tema besar tersebut, para peserta ditantang untuk berpikir kritis, mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar mereka, dan menawarkan gagasan segar dari sudut pandang seorang pelajar.
Sebagai program kerja (proker) yang hanya dihelat satu tahun sekali, panitia merancang kegiatan ini dengan target luaran (output) yang jelas: membentuk karakter pelajar yang berani dan solutif.
Ketua Panitia Student Talk Exhibitions, Nasywa Nur Syafa, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui sekat-sekat kompetisi formal. Ada misi jangka panjang yang ingin dicapai untuk masa depan para santri putri.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbicara dan berdiskusi, tetapi juga menjadi sarana bagi para peserta untuk saling belajar, memperluas wawasan, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Nasywa di sela-sela acara.
Guna memacu semangat dan performa para delegasi, Forum Komunitas Osis (FKO) di penghujung acara memberikan penghargaan khusus. Apresiasi tersebut dibagi ke dalam dua kategori bergengsi, yakni kategori “The Best Presentation” untuk pembicara dengan pemaparan paling memukau dan solutif, serta kategori “Lembaga Paling Aktif” untuk mengapresiasi partisipasi serta dinamika diskusi kelompok delegasi sepanjang acara berlangsung.
Melalui ruang-ruang dialektika seperti Student Talk Exhibitions ini, FKO dan Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali membuktikan komitmennya: bahwa mencetak generasi masa depan tidak cukup hanya mematangkan aspek spiritual, tetapi juga harus dibarengi dengan penajaman nalar kritis dan kepercayaan diri untuk menyuarakan kebenaran di ruang publik.
Pewarta : Feby Auril Nadiva
Editor : Ponirin Mika



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!