Lewat Metode Talqin dan Evaluasi Terukur, Santri Nurul Jadid Dimantapkan Raih Kemampuan Baca Al-Qur’an yang Benar

www.nuruljadid.net- Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid, khususnya Wilayah Syekh Jumadil Kubro, resmi meluncurkan rancangan strategis Program Pembinaan Al-Qur’an. Program ini dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan guna memastikan seluruh santri aktif mencapai ketuntasan membaca Al-Qur’an secara tepat, sekaligus mencetak generasi ahlul Qur’an yang berdaya saing global.

Landasan utama program ini mengacu pada Perencanaan Induk Pesantren (PIP), Rencana Strategis (Renstra), serta Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penguatan ini ditargetkan mampu memodernisasi sistem manajemen pembinaan tradisional ke arah berbasis data dan evaluasi yang konsisten.

Guna mengoptimalkan proses internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an, mekanisme pembelajaran akan dibagi menjadi empat tingkatan kelompok (A, B, C, dan D) berdasarkan kompetensi dasar santri. Setiap kelompok menerapkan kombinasi metode tatap muka berupa pemberian materi (pematerian) dan praktik menggunakan metode talqin: Kelompok A, B, dan C: Mengikuti skema dua hari pematerian materi dan tiga hari praktik. Kelompok D: Difokuskan pada satu hari pematerian materi dan empat hari praktik.

Proses pembelajaran dijadwalkan berlangsung setiap hari—kecuali hari Senin dan Kamis yang ditetapkan sebagai hari libur—pada pukul 18.15 hingga 18.45 WIB bertempat di Masjid. Setiap pertemuan dialokasikan waktu selama 30 menit. Sumber belajar utama yang digunakan di seluruh kelompok adalah kitab Ikhtisar Tajwid Praktis.

Setiap kelompok memiliki target capaian kompetensi yang spesifik guna memastikan perkembangan kemampuan santri terukur secara bertahap: Kelompok A: Berfokus pada pemahaman Hukum Mad & Qasr serta Hukum Waqof Wal Ibtida’. Kelompok B: Menargetkan pemahaman Hukum Idgham, Hukum Ro’, dan Hukum Ikhfa’ Bi Ma’nal Jadid (IBJ). Kelompok C: Mempelajari Hukum Nun Sukun & Tanwin, Hukum Mim Mati, serta Hukum Qalqalah. Kelompok D: Difokuskan pada penguasaan dasar dan praktik Makhorijul Huruf serta Sifatul Huruf.

Sistem evaluasi hasil pembelajaran dilakukan melalui ujian lisan (praktik membaca) dan tanya jawab berkala sesuai target materi kelompok masing-masing. Hasil dari ujian ini nantinya akan dikompilasi menjadi basis data penentu kebijakan kenaikan kelompok santri. Selain itu, evaluasi kegiatan menyeluruh juga diadakan sebulan sekali untuk meninjau progres kehadiran santri, keaktifan Muallim (pengajar), serta kendala teknis di lapangan.

Program besar ini melibatkan kolaborasi ketat lintas satuan kerja di bawah naungan Biro Kepesantrenan. Kasi Pembinaan Al-Qur’an Biro Kepesantrenan memegang tanggung jawab penuh dalam perencanaan makro, pengawasan, hingga pembentukan tim penguji.

Sementara itu, operasional teknis di lapangan dikawal oleh Divisi Pembinaan dan Pengembangan Santri Wilayah Syekh Jumadil Kubro, yang bersinergi langsung dengan Koordinator Pembinaan Al-Qur’an Daerah untuk mengelola data absensi pengajar dan santri. Di garda terdepan, para Muallim bertugas menyampaikan materi, memperbaiki kualitas bacaan santri, dan melaporkan kendala pembelajaran.

Melalui persiapan kurikulum yang matang, pengelolaan berbasis data, serta komitmen sinergis antar-satuan kerja, Pondok Pesantren Nurul Jadid optimis kegiatan pembinaan ini dapat berjalan profesional dan melahirkan output generasi santri yang unggul secara spiritual dan intelektual.

Pewarta   : Ahmad Zainul Khofi

Editor      : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *