Adopsi Sistem Sentralisasi, Yayasan Nurul Rahmah Kotaanyar Berguru Tata Kelola ke Ponpes Nurul Jadid

www.nuruljadid.net- Guna memperkuat tata kelola organisasi dan kemandirian finansial di era modern, rombongan pengurus Yayasan Nurul Rahmah Sambirampak, Kotaanyar, melakukan kunjungan studi banding ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, pada Senin (27/04/26).

Kunjungan ini difokuskan pada tiga pilar utama pengembangan lembaga, yakni pengelolaan pesantren, sistem pendidikan, dan manajemen keuangan.

Ketua Yayasan Nurul Rahmah, Gus Imam Bulqini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pesantren Nurul Jadid menjadi rujukan utama karena keberhasilannya dalam menerapkan sistem sentralisasi. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan yayasannya tetap relevan dan berkembang di tengah tantangan zaman.

“Kami ingin belajar langsung bagaimana mengelola yayasan secara profesional. Nurul Jadid sangat menginspirasi, terutama dalam keberhasilan mereka menjalankan sistem sentralisasi yang terintegrasi,” ujar Gus Imam.

Menyambut rombongan tersebut, Kepala Bagian I Sekretariat Pesantren Nurul Jadid, Ustaz Miftahul Huda, memaparkan perjalanan panjang transformasi di lembaga tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sistem sentralisasi di Nurul Jadid mulai diimplementasikan secara masif pada tahun 2017.

Meski sempat melewati berbagai dinamika, Ustaz Miftah menekankan bahwa kunci keberhasilan transisi tersebut terletak pada kesadaran berorganisasi para pengelola di tingkat lembaga pendidikan.

“Sentralisasi pada 2017 tentu memiliki tantangannya sendiri. Namun, dengan kesadaran kolektif para pengelola, apa yang menjadi visi pengasuh dan kepala pesantren dapat terwujud dengan baik,” jelasnya.

Selain membahas filosofi organisasi, pihak Nurul Jadid juga memaparkan secara rinci mengenai:

  • Struktur Organisasi: Pembagian wewenang yang jelas antar unit.
  • Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi): Standarisasi kinerja pengelola.
  • Manajemen Keuangan Satu Pintu: Efisiensi anggaran untuk pengembangan pesantren.

Ustaz Miftah menegaskan bahwa hingga saat ini Pesantren Nurul Jadid terus melakukan upaya perbaikan dan tidak pernah merasa puas dengan pencapaian yang ada. Sikap “terus belajar” inilah yang menjadi motor penggerak inovasi di pesantren tersebut.

Pewarta   : Ahmad Zainul Khofi

Editor      : Ponirin Mika

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *