Di Pesantren Nurul Jadid, Gus Ahmad Kafabihi Tegaskan Kaderisasi Sebagai Pilar Kekuatan NU

berita.www.nuruljadid.net – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jawa Timur ​Gus Ahmad Kafabihi menegaskan bahwa keberlangsungan Nahdlatul Ulama (NU) sangat bergantung pada efektivitas proses kaderisasinya. Ia menyebut kaderisasi bukan sekadar menjalankan aturan administratif organisasi, melainkan pilar utama kekuatan dan investasi jangka panjang bagi masa depan jam’iyyah.

​Pesan tersebut disampaikan Gus Ahmad dalam acara upgrading kaderisasi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) GP Ansor Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu (31/01).

​Dalam sambutannya, Gus Ahmad mengajak para peserta untuk meneladani Rasulullah SAW saat melakukan kaderisasi awal di rumah Arqom bin Abil Arqom. Langkah tersebut terbukti mampu membangun kelompok yang kokoh dan tahan banting.

​”Kaderisasi adalah kolaborasi antara kebutuhan mendasar organisasi dan kewajiban tanggung jawab kita sebagai pengurus. Jika kaderisasi berhenti, maka gerakan kita pun tidak akan bisa berlanjut,” tegas beliau di hadapan puluhan kader MDS RA.

​Gus Ahmad juga memaparkan konsep mendalam mengenai “Anak Sababiyah”. Dalam pandangannya, mendidik kader sama halnya dengan menanam investasi untuk akhirat. Kader yang berhasil dibina dengan baik akan menjadi layaknya anak saleh yang doanya terus mengalir kepada gurunya.

​”Kader merupakan bentuk investasi akhirat yang dapat memberikan syafaat, sebagaimana prinsip waladun sholihun yad’ulah (anak saleh yang mendoakan orang tuanya),” imbuhnya.

​Selain memotivasi, Gus Ahmad memberikan catatan kritis mengenai pentingnya evaluasi berkala dalam organisasi. Beliau merujuk pada ketegasan Rasulullah SAW saat menegur sahabat Usamah bin Zaid sebagai dasar perlunya pengawasan terhadap arah perjuangan kader.

​Ia menyoroti tantangan nyata saat ini, seperti fenomena melemahnya nilai-nilai ke-NU-an di kalangan pekerja migran di luar negeri, termasuk di Jepang. Menurutnya, hal itu menjadi bukti betapa krusialnya ikatan organisasi yang kuat dan proses evaluasi yang terukur.

Mengakhiri arahannya, Gus Ahmad berpesan agar seluruh kader MDS RA GP Ansor menikmati setiap proses belajar di organisasi agar kelak menjadi kader yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

Pewarta           : Kadafi Ananda

Editor              : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *