Demi Perbaikan Mutu, Pengurus Ponpes Ibnu Khaldun Besuki Studi Tiru ke Nurul Jadid
www.nuruljadid.com-berita – Sebanyak 65 pengurus dan guru Yayasan Pondok Pesantren Ibnu Khaldun al-Hasyimi, Besuki, Situbondo, melaksanakan kunjungan silaturahim dan studi tiru ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, pada Selasa (16/12/2025).
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Ibnu Khaldun, Jamil Hasan, ini bertujuan utama untuk mempelajari dan meniru konsep serta langkah-langkah manajemen pendidikan yang diterapkan di Ponpes Nurul Jadid.
Jamil Hasan, yang juga merupakan alumni Nurul Jadid, mengungkapkan tiga poin utama tujuan kunjungan tersebut:
- Studi Tiru Manajemen: Meniru konsep manajemen pendidikan yang diterapkan di Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.
- Pengakuan Santri: Berharap santri Ibnu Khaldun al-Hasyimi Besuki Situbondo diakui juga sebagai santri Pesantren Nurul Jadid, menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan antar-pesantren.
- Reputasi Pesantren: Mengingat Pesantren Nurul Jadid telah tersohor dalam menerapkan tata kelola manajemen yang bagus.
“Kunjungan kami untuk belajar di pesantren Nurul Jadid merupakan sebuah kehormatan. Kami berharap hasil dari kunjungan ini bisa diterapkan dengan baik di Yayasan yang kami kelola,” ujar Jamil Hasan.
Ia secara spesifik berharap dialog mengenai manajemen pendidikan Nurul Jadid dapat ditiru dengan baik.
Mewakili Pesantren Nurul Jadid, Sugiono, S.S., dalam sambutannya menegaskan bahwa kedua pesantren ini memiliki ikatan emosional yang sangat erat.
“Bahkan yang memberi nama Yayasan Ibnu Khaldun itu adalah Masyayikh Pesantren Nurul Jadid,” ungkap Sugiono, menekankan hubungan historis yang mendalam.
Sugiono juga menyambut baik kunjungan studi belajar ini, menegaskan bahwa kesempatan ini adalah momen untuk saling take and give atau saling belajar serta mengambil tata kelola yang baik.
Acara kunjungan diawali dengan pemaparan detail mengenai struktur Pondok Pesantren Nurul Jadid beserta tugas, pokok, dan fungsinya oleh Kepala Bagian I Sekretariat, Miftahul Huda, sebelum dilanjutkan dengan diskusi mendalam terkait tata kelola manajemen pendidikan pesantren.
Pewarta : Ahmad Zainul Khofi
Editor : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!