Berbuat Baik Itu Wajib, Merasa Baik Itu Sombong

www.nuruljadid.net.berita– Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, mengingatkan pentingnya menjaga diri dari perasaan paling suci atau merasa diri paling baik di hadapan Allah. Hal tersebut disampaikan dalam pengajian kitab kuning di sore hari yang bertempat di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Sabtu (04/10/2025).

Menurutnya, setiap manusia harus berhati-hati dalam menilai dirinya sendiri. Perasaan telah menjadi orang baik justru dapat menjadi penghalang dalam meraih ketakwaan yang sesungguhnya. “Jangan pernah merasa diri kalian suci, karena hanya Allah yang mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa,” ujarnya.

KH Zuhri menegaskan, ukuran baik tidaknya seseorang dalam pandangan Islam bukan terletak pada penilaian manusia, melainkan pada ketakwaannya kepada Allah. Ketakwaan itu tercermin dari kepatuhan seseorang dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

“Orang yang bertakwa akan selalu berusaha melaksanakan kewajiban seperti salat, puasa, zakat, dan berbuat baik kepada sesama,” jelasnya. Ia menambahkan, ketakwaan juga tercermin dari sikap menjauhi perbuatan yang dilarang, seperti zina, durhaka kepada orang tua, dan menyakiti sesama.

Lebih lanjut, KH Zuhri mengingatkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan tekun tidak serta merta menjadikan seseorang dinilai baik jika tidak disertai akhlak yang mulia. “Kalau ada orang yang rajin salat tetapi tidak baik kepada tetangganya, maka itu bukanlah orang baik,” tegasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah ritual harus diiringi dengan hubungan sosial yang harmonis. Islam, kata KH Zuhri, tidak hanya mengajarkan hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama manusia.

Ia menggarisbawahi, hanya Allah yang mengetahui sejauh mana kualitas kebaikan seseorang. Manusia tidak memiliki hak untuk mengklaim dirinya sebagai orang baik, karena penilaian sejati hanya milik Sang Pencipta.

“Bisa jadi seseorang rajin beribadah dan berbuat baik kepada orang lain, tetapi ketika dalam hati muncul perasaan bahwa dirinya sudah baik, maka semua itu menjadi tidak berarti,” tambahnya.

Perasaan telah menjadi orang baik, lanjutnya, justru dapat menjerumuskan seseorang ke dalam sifat sombong. Padahal, kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah dan dapat menghapus nilai amal kebaikan.

“Ketika kita mampu berbuat baik, jangan sampai muncul perasaan bahwa kita sudah cukup baik. Teruslah berbuat baik dan hindari keburukan,” pesan KH Zuhri.

Ia menegaskan, berusaha menjadi orang baik tentu diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Namun, merasa diri sudah baik adalah kesalahan besar yang dapat merusak amal itu sendiri.

Sikap rendah hati dan tidak merasa lebih dari orang lain adalah kunci untuk menjaga hati tetap bersih. Dengan begitu, setiap amal kebaikan akan memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah.

“Berbuat baik itu kewajiban, tapi merasa baik itu kesombongan,” pungkas KH Zuhri. Ia berharap santri dan umat Islam senantiasa memperbaiki diri tanpa merasa cukup dan terus berupaya menjadi hamba yang bertakwa.

Pewarta     : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *