Santri Nurul Jadid Terima Ijazah Sanad Langsung dari Dzurriyah Pengarang Sullam Taufiq

www.nuruljadid.net.berita –Habib Murtadha bin Abu Bakar bin Thahir, ulama asal Yaman sekaligus dzurriyah (keturunan) dari pengarang Kitab Sullam Taufiq, berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Dalam rangkaian safari dakwahnya tersebut, beliau menyampaikan pesan penting kepada para santri dalam kegiatan Dauroh Ilmiah dan Ijazah Kubro Kitab Sullam Taufiq yang berlangsung di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jumat (03/10/2025).

Sebelum kegiatan ilmiah dimulai, Habib Murtadha terlebih dahulu bertugas sebagai imam sekaligus khatib Shalat Jumat di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Kegiatan Dauroh Ilmiah ini sendiri menggunakan metode sorogan, di mana para santri terpilih membaca Kitab Sullam Taufiq secara bergantian di hadapan Habib Murtadha. Dalam kesempatan tersebut, beliau didampingi oleh Gus Fayyadl serta seorang penerjemah.

Dalam tausiyahnya, Habib Murtadha menyampaikan apresiasi atas kefasihan para santri dalam membaca kitab meskipun masih terdapat beberapa kesalahan kecil. Ia juga menekankan keistimewaan Kitab Sullam Taufiq dibandingkan dengan kitab fikih lainnya karena memuat pembahasan tentang akidah, yang memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan kepada Allah Swt.

“Yang berbeda dari kitab ini dengan kitab fikih lainnya adalah adanya pembahasan mengenai akidah yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas keimanan kita,” ujarnya melalui penerjemah.

Lebih lanjut, Habib Murtadha menjelaskan bahwa siapa pun yang mempelajari Kitab Sullam Taufiq akan memperoleh doa dari pengarangnya, sebagaimana termaktub dalam kalimat pembuka dan penutup kitab tersebut.

Menutup tausiyahnya, beliau berpesan agar para santri tidak mencampuradukkan matan atau teks asli kitab dengan pemikiran pribadi saat menerjemahkannya. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan pembaca.

“Santri harus bisa membedakan antara isi matan dengan buah pikirannya sendiri agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi pembaca,” pesannya.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan shalawat qasidah dan pemberian ijazah kubro oleh Habib Murtadha. Usai kegiatan, beliau melanjutkan rangkaian agenda berikutnya dengan menghadiri Istighasah Akbar di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pewarta     : Wahyu

Editor        : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *