Menakar Kemuliaan Manusia: Kiai Zuhri Zaini Terangkan Pentinya Takwa
www.nuruljadid.net.berita–Dalam sebuah pengajian kitab kuning di sore hari, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Moh Zuhri Zaini menerangkan berkait kemuliaan seseorang di hadapan Allah. Senin (28/09/25). Pesan mendalam mengenai hakikat kemuliaan manusia di hadapan Allah SWT itu beliau sampaikan agar seseorang tidak menilai kemuliaan tersebut berdasarkan warna kulit dan harta. Selain itu, Kiai Zuhri menegaskan bahwa perbedaan yang ada di antara manusia—baik agama, suku, ras, bangsa, maupun budaya—bukanlah alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, perbedaan itu diciptakan Allah agar manusia saling mengenal dan memahami dengan baik.
Menurutnya, satu-satunya ukuran kemuliaan seseorang di sisi Allah adalah tingkat ketakwaannya. Takwa, jelasnya, berarti sikap tunduk dan patuh sepenuhnya kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
“Status sosial, harta kekayaan, bahkan warna kulit tidak bisa dijadikan tolak ukur kemuliaan. Sekalipun seseorang miskin, berkulit hitam, atau berasal dari bangsa mana pun, jika ia memiliki ketakwaan, maka dialah orang yang paling mulia di sisi Allah,” tegasnya.
Kiai Zuhri pun mengingatkan untuk tidak menilai kemuliaan seseorang hanya dari harta, jabatan, atau penampilan fisik. Hakikat kemuliaan sejati, menurutnya, justru terpancar dari hati yang bersih serta perilaku yang dilandasi iman dan takwa.
Pesan Kiai Zuhri ini menjadi pengingat penting agar masyarakat senantiasa menjunjung tinggi nilai ketakwaan dan tidak terjebak pada perbedaan lahiriah yang seringkali memicu perpecahan.
Pewarta : Ponirin Mika




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!