Pos

Air Mata Santri Baru Tumpah di Malam Terakhir OSABAR

Berita.nuruljaid.net Senja telah lewat, berganti malam menyelimuti langit Paiton. Kala itu, lorong-lorong wilayah menuju Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid dipenuhi gerombolan santri baru yang berbaris rapi, bak semut menuju sarangnya. Mereka mengenakan kostum berwarna hitam-putih, di bahu kanannya menempel tas biru berisi catatan dan peralatan menulis.

Pukul delapan malam, Rabu (16/07/25), raut wajah santri yang tak sampai sepekan di pesantren itu terlihat gembira. Mereka nampak menggebu-gebu mengikuti sesi terakhir rangkaian pembukaan Orientasi Santri Baru (OSABAR), pemutaran film dalam sesi audiovisual.

Di lantai tiga aula utama, tempat kegiatan berlangsung, udara sejuk dari pendingin ruangan dan hiburan pemandu acara menyambut kedatangan lebih dari 800 santri. Lantai ruangan yang dilapisi karpet merah menjadi alas nyaman bagi peserta yang duduk.

Selagi menunggu film diputar, panitia memutar lagu tema OSABAR. Liriknya terpampang jelas di layar lebar, dan berhasil mengajak seluruh santri larut dalam nyanyian bersama.

Tepat pukul 20.41 WIB, layar menyala. Film Bila Ibu Esok Tiada, karya Rudi Soedjarwo, diputar. Beberapa menit pertama, suasana ruangan masih riuh. Film sempat di-pause agar para peserta dapat menyesuaikan diri dengan suasana yang diharapkan, hening dan khidmat. Kemudian lampu dimatikan, film kembali diputar, camilan dari panitia mulai dikunyah perlahan. Semua mata terpaku ke layar.

Cerita bergulir. Tentang seorang ibu yang penuh kasih dan pengorbanan tanpa pamrih. Sebuah film yang mengandung bawang. Jelang film berakhir, terdengar isakan tangis dari seorang santri baru.

“Dari awal lihat judul, teman-teman disebelahku sudah mau nangis,” ujar In’am Chandra Celena, santri baru asal Probolinggo dari wilayah Zaid bin Tsabit. Matanya sembab, tangannya sibuk mengusap pipi.

Ia mengaku teringat orang tuanya di rumah. “Langsung kepikiran ibu dan ayah. Lagi apa mereka sekarang ya? Semoga sehat selalu,” ucapnya lirih.

Tak hanya para santri. Beberapa panitia dan kakak asuh yang mendampingi juga ikut tersedu sedih. Film tersebut memang dikenal mampu menyentuh sisi emosional penonton, terutama mereka yang sedang jauh dari rumah.

Ketika film berakhir dan lampu dinyalakan kembali, beberapa wajah terlihat basah, mata sembab, dan suara hidung sesekali terdengar menyedot air mata yang masih mengalir. Tangis perlahan reda, mereka bersiap untuk meninggalkan ruangan.

Sebelum sesi foto selesai, satu per satu santri meninggalkan aula. Hanya panitia yang tersisa, sibuk membersihkan sampah-sampah kecil yang tertinggal, seperti kenangan yang tak benar-benar bisa disapu habis dari sebuah malam akhir pembukaan OSABAR yang penuh sentuhan.

 

Pewarta: Karisma Najwa Magdalena
Editor: Ahmad Zainul Khofi

Santri Baru Mengenal Masyaikh Lewat Safari Ma’had

berita.nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menggelar tradisi Safari Ma’had dalam rangkaian kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABAR), Rabu, 16 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam masa orientasi, di mana santri diajak menyusuri lingkungan pesantren untuk mengenal letak gedung pesantren dan keluarga pengasuh.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan para santri kepada para masyaikh serta sejarah dan lingkungan sekitar pesantren,” ujar Nur Azizah, Panitia Divisi Acara OSABAR.

Perjalanan dimulai dari pusat pesantren dan dilanjutkan ke sejumlah titik historis dan struktural di wilayah Nurul Jadid, termasuk ke daerah satelit seperti Nasyiatul Hamidiyah dan MTsN yang terletak di tengah pemukiman warga Karanganyar. Santri berjalan dalam barisan teratur di bawah terik matahari menyusuri lorong-lorong pesantren.

Meski melelahkan, antusiasme tetap terlihat. Para santri baru tampak bersemangat saat sowan (bersalaman) dengan keluarga pengasuh yang mereka kunjungi satu per satu. “Kami sudah menghubungi keluarga pengasuh sejak 12 Juli lalu, dan mengingatkan kembali pada H-1. Tapi memang ada beberapa yang tidak bisa ditemui karena sedang bepergian,” tutur Nur Azizah.

Lebih dari sekadar tur keliling pesantren, Safari Ma’had dimaknai sebagai awal perjalanan spiritual dan sosial santri di lingkungan Nurul Jadid. Tradisi ini mengajarkan nilai adab, pentingnya silaturahmi, dan kesadaran akan posisi seorang santri dalam lingkungan pesantren.

Pewarta: Farhah Robbaniyah Izzah Dzikri

Editor: Ahmad Zainul Khofi

Pesan Neng Iin untuk Santri Baru

berita.nuruljadid.net – Wakil Sekretaris Pondok Pesantren Nurul Jadid, Nyai Hj. Mutmainnah Waqid, menegaskan pentingnya niat sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Orientasi Santri Baru (Osabar) yang digelar di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Rabu, 16 Juli 2025.

Dalam ceramah bertema Be New You, perempuan yang akrab disapa Neng Iin itu menekankan bahwa niat menuju akhirat harus menjadi orientasi utama setiap pencari ilmu. “Segala sesuatu berawal dari niat, dan niat itu letaknya di hati. Hati adalah tempat malaikat membisikkan kebaikan, maka jagalah hati agar tetap bersih,” ujarnya di hadapan ratusan santri baru.

Ia menambahkan, sebelum mendalami ilmu apapun, santri harus menguasai ilmu fardhu ‘ain sebagai dasar beragama. Menurutnya, ini merupakan bagian dari trilogi santri yang wajib ditanamkan sejak dini.

Namun, keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum juga menjadi sorotan. “Santri tidak hanya hidup di pesantren, tetapi juga akan berinteraksi dengan masyarakat. Ilmu umum seperti ekonomi, sosial, dan teknologi dibutuhkan untuk bermuamalah secara bijak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nyai Mutmainnah juga menyoroti pentingnya akhlak sebagai pelengkap ilmu. Menurutnya, sehebat apapun seseorang dalam bidang keilmuan, tidak akan bernilai jika tidak dibarengi dengan budi pekerti. “Akhlak adalah wajah sejati dari seorang santri,” katanya.

Ia pun menutup ceramah dengan pesan reflektif: santri ideal bukanlah yang meniru tren media sosial, melainkan yang mampu menemukan jati diri. “Jadilah versi terbaik dari diri kalian, bukan tiruan dari orang lain,” tutupnya.

Kegiatan Osabar tahun ini tidak hanya menjadi sarana pengenalan lingkungan pondok, tetapi juga titik awal penanaman nilai-nilai dasar kepesantrenan bagi santri baru.

Pewarta: Farhah Robbaniyah Izzah Dzikri

Editor: Ahmad Zainul Khofi

Santri Baru Terbaik Dinobatkan Pada Closing Ceremony OSABAR 2023

nuruljadid.net – Penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo merupakan gerbang awal bagi santri baru untuk mengarungi samudera ilmu sesungguhnya di pesantren. Setelah tiga hari berproses mengikuti OSABAR, panitia pelaksana akhirnya berhasil menentukan santri peserta OSABAR terbaik tahun 2023 (26/06/2023).

(Penganugerahan Kakak Asuh Terbaik OSABAR 2023 oleh Kasubbag Umum dan PSB, ustaz Muslehuddin Jauhari)

Penobatan santri baru terbaik ini diseleksi berdasarkan selain keaktifan mengikuti kegiatan orientasi, juga dinilai berdasarkan partisipasi aktif selama mengikuti OSABAR baik di dalam forum pematerian, kegiatan outdoor dan pentas seni atau unjuk kreatifitas santri.

(Penganugerahan Kakak Asuh Terbaik OSABAR 2023 oleh Kasubbag Umum dan PSB, ustaz Muslehuddin Jauhari)

Penghargaan santri terbaik dibagi menjadi dua kategori, tingkat SLTP dan SLTA, yang diberikan langsung oleh Wakil Kepala Pesantren I K.H. Najiburrahman Wahid berupa piagam penghargaan. Sedangkan kategori yang lain adalah kakak asuh terbaik tingkat SLTP dan SLTA dan kelompok terbaik, masing-masing diserahkan oleh Kasubbag Umum dan PSB ustaz Muslehuddin Jauhari dan Kabid Biro Kepesantrenan ustaz Rahmad Toyyib.

(Penganugerahan Kelompok Terbaik OSABAR 2023 oleh Kabid Biro Kepesantrenan, ustaz Rahmad Toyyib)

Berikut daftar peraih penghargaan pada acara penutupan OSABAR 2023

Peserta Terbaik tingkat SLTA

  • Muhammad Althaf Syamkhitsa Ilham Khalil | Kelompok Ir. Soekarno| Kab. Ngawi

Peserta Terbaik tingkat SLTP

  • Kevano Alfan Felix Alstonqi | Kelompok Sunan Drajad |Kab. Probolinggo

Kakak Asuh Terbaik tingkat SLTA

  • Muhammad Shalehuddin (MANJ)
  • Muhammad Ridho Maulana (SMANJ)
  • Habibul Mukarrom (SMKNJ)

Kakak Asuh Terbaik tingkat SLTP

  • Zaki Finailir Raja (SMPNJ)
  • Zaidan Finailir Raja (SMPNJ)
  • Muhammad Kanzullabiq Kamal (SMPNJ)

Kelompok Terbaik

  • As’ad Syamsul Arifin

(Humas Infokom)

Muhibbus Sholawat Berhasil Hipnotis Santri Baru Khusyuk Lantunkan Sholawat kepada Nabi Muhammad

nuruljadid.net – Ada hal menarik saat perhelatan penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya, tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat hadir tampil memukau dengan lantunan sholawat di hadapan undangan dan santri baru (26/06/2023).

Setelah tiga hari OSABAR berlalu, akhirnya tibalah di penghujung orientasi bagi santri baru. Berbagai macam kegiatan mulai dari pematerian sampai unjuk kebolehan telah diikuti dengan baik oleh santri baru bersama para kakak asuh yang selalu siaga mendampingi.

Penutupan OSABAR dihadiri oleh Wakil Kepala 1 Persantren Kiai Najiburrahman Wahid dan pejabat struktural lainnya. Mengusung tema kreativitas santri, acara penutupan berlangsung meriah dan khidmat, terlebih ketika tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat tampil membawakan beberapa lagu bertema sholawat.

(Suasana santri baru saat mengikuti pembacaan sholawat oleh tim hadrah banjari Muhibbus Sholawat Nurul Jadid)

Penampilan Muhibbus Sholawat berhasil hipnotis santri baru dengan lantunan sholawat merdu. Santri baru mengikuti dengan khidmat dan tertib bahkan bersama ikut melantunkan sholawat melambungkan pujian ke atas baginda Nabi Muhammad SAW.

Santri baru yang awalnya terlihat kelelahan dan beberapa sudah mulai mengantuk, seketika terbangun dan seakan terhipnotis mengikuti lantunan sholawat yang dibawakan oleh tim hadrah Muhibbus Sholawat dengan semangat dan khusyuk. Malam itu, suasana penutupan OSABAR terasa syahdu akan tetapi tidak menghilangkan kesan meriah.

Dirga vokalis utama malam itu, berhasil mengajak undangan dan seluruh santri baru untuk menyatu bersama mereka melantunkan sholawat. Harapannya dengan pembacaan sholawat, para santri dan seluruh warga pesantren senantiasa mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.

(Humas Infokom)

Kegiatan Rekreatif OSABAR 2023 Nurul Jadid, Rekatkan Rasa, Satukan Jiwa, Akrabkan Yang Berbeda

nuruljadid.net – Orientasi Santri Baru (OSABAR) tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya diisi dengan pematerian dan keagaman, namun juga menjadi wahana untuk saling rekatkan rasa, menyatukan jiwa dan mengakrabkan yang berbeda dengan berbagai jenis kegiatan rekreatif seperti ice breaking, role play, dan outbond. (26/06/2023).

Kegiatan rekreatif merupakan momentum bagi santri baru untuk mengenal dengan cara bermain dan menghibur diri didampingi kakak asuh. Selain itu, membuka kesempatan agar saling mengakrabkan yang berbeda dengan berbagai latar belakang yang tidak sama.

OSABAR ini menjadi momentum untuk mengenalkan santri baru tentang lingkungan pesantren, tradisi dan budaya serta nilai yang selama ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan rekreatif yang didesain secara khusus ini juga menjadi salah satu strategi dan bentuk saling merekatkan antar santri baru dengan pendekatan yang entertaining dan edukatif.

(Momentum keseruan saat ice breaking dan role play di sela-sela Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2023)

Terlihat peserta OSABAR sangat antusias dan saling bersorak memberikan dukungaggn kepada teman lainnya yang sedang bermain melawan kelompok lainnya. Keseruan itu membuat suasana lapangan sore itu ramai dan riuh karena suara sorak gembira para santri baru.

Tujuan kegiatan rekreatif OSABAR 2023 ini adalah untuk mengakrabkan dan menghibur santri baru agar tidak jenuh dan ingat rumah juga orang tua mereka yang menjadi sebab mereka tidak kerasan di pesantren.

Tidak kalah pentingnya dengan kegiatan rekreatif, masing-masing peserta kelompok diharuskan menjalin kerjasama serta kekompokan yang baik secara tidak langsung menjadikan santri baru akrab  dan berupaya membangun chemistry antara satu dengan yang lainnya dalam organisasi kelompok yang telah dibentuk oleh kakak asuh.

(Momentum keseruan saat break time dan pendampingan oleh Kakak Asuh di sela-sela Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2023)

Melalui kegiatan rekreatif OSABAR ini, santri baru harapannya tidak merasa sendiri lagi karena sudah banyak mengenal teman dan beraktivitas bersama dengan santri lainnya. Sehingga, jiwa, raga dan rasa saling terhubung dalam kebersamaan dan tekad mencapai satu tujuan yaitu mondok untuk mengaji dan membina akhlaqul karimah.

 

 

(Humas Infokom)

Grand Opening OSABAR 2023 Berlangsung Gemerlap Marayakan Keberagaman Nusantara

nuruljadid.net – Pembukaan orientasi santri baru (OSABAR) tahun 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid berlangsung meriah dan gemerlap dihiasi kilauan lampu lighting yang menambah estetika nuansa acara (23/06/2023). Terlihat ribuan santri baru sangat bersemangat mengikuti pembukaan OSABAR tahun 2023 yang mengusung konsep merayakan keberagaman.

Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Nurul Jadid sebagai bentuk kecintaan dan kebanggaan kita kepada Indonesia dan Nurul Jadid. Uniknya acara pembukaan OSABAR ini tidak menggunakan konsep seremonial MC sebagaimana pada umumnya. Selain menggunakan sequence dan voice over, kegiatan ini diformat performing stage.

Mengadopsi konsep protokol acara kenegaraan, acara pembukaan diawali dengan pembacaan do’a demi kelancaran pembukaan OSABAR 2023 yang dipimpin langsung oleh K.H. Makki Maimun Wafie Kepala BKOSS Nurul Jadid. Sedangkan sambutan pimpinan diwakili oleh Wakil Kepala Pesantren I K.H. Najiburrahman Wahid.

Video grand opening OSABAR 2023 dengan beragam sajian multimedia yang spektakuler berhasil menyita perhatian dan degup kagum santri baru serta undangan yang hadir. Ditambah dengan prosesi penyematan yang tidak biasa diiringi dengan pasukan Panji Pelopor, Santri Nusantara dengan penampilan beragam baju adat di Indonesia serta paskibra santri menambah keseruan acara malam itu.

Penampilan Musik dan Tarian nusantara ini diiringi dengan lagu resmi OSABAR 2023 yang diadopsi dari lagu Dreamer Official Soundtrack FIFA World Cup 2022 yang dinyanyikan oleh salah satu personel BTS Jung Kook. Memulai dengan penampilan musik disertai tarian yang energik berhasil ciptakan atmosfer yang menyenangkan dan menggairahkan di atas panggung yang sangat menghibur namun tetap dalam batas kesopanan.

Pembukaan OSABAR 2023 ini merupakan momentum bagi santri baru untuk memulai perjalanan belajar dan berkhidmat yang menyenangkan dan penuh tantangan bersama-sama dengan seluruh santri dari berbagai penjuru negeri. Santri dengan ragam latar belakang, budaya, bahasa, suku dan adat istiadat berbaur dalam tujuan yang sama yaitu Mondok untuk Mengaji dan Membina Akhlaqul Karimah.

Semua santri baru mengikuti OSABAR dengan tertib, dan bahwa orientasi ini adalah permulaan untuk membangun hubungan yang kuat dan berbagi pengalaman bersama santri yang lain. Selamat berproses bagi santri baru yang spektakuler.

Link live Grand Opening OSABAR 2023 : https://www.youtube.com/watch?v=waFAVsUp7WE&t=3147s

 

 

(Humas Infokom)