Penobatan Kakak Asuh dan Peserta Terbaik Warnai Puncak Penutupan OSABAR 2026

www.nuruljadid.net– Penutupan Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2026 Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya dimeriahkan dengan beragam penampilan seni dari santri baru, tetapi juga menjadi momen pemberian apresiasi kepada Kakak Asuh Terbaik dan Peserta Terbaik dari masing-masing wilayah. Penobatan tersebut berlangsung pada Senin (13/7/2026) di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, serta semangat yang ditunjukkan selama seluruh rangkaian OSABAR berlangsung. Baik kakak asuh maupun peserta dinilai tidak hanya berdasarkan keaktifan mengikuti kegiatan, tetapi juga keteladanan, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan pesantren.

Koordinator Acara OSABAR 2026, Sirin Rani Fatimah, menyampaikan bahwa penobatan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada mereka yang telah menunjukkan komitmen terbaik selama proses orientasi.

“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan atas prestasi, tetapi juga apresiasi terhadap proses yang telah dijalani. Kami berharap mereka dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus menjaga semangat, kedisiplinan, dan akhlak selama berada di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” ungkap Ratih.

Pada kesempatan tersebut, Atika Nurussyafaqoh dinobatkan sebagai Kakak Asuh Terbaik Wilayah Al-Hasyimiyah (Daltim), sementara Afidani Adila Kayyisa terpilih sebagai Peserta Terbaik Wilayah Daltim.

Dari Wilayah Az-Zainiyah (Dalbar), penghargaan diberikan kepada Naila Adiba Ali sebagai Kakak Asuh Terbaik dan Susantika Tibsyaroh sebagai Peserta Terbaik.

Sementara itu, Wilayah Satelit menetapkan Nayla Amelia Salsabila Abdi sebagai Kakak Asuh Terbaik, sedangkan Nailatuz Zakiatul Waqtia berhasil meraih predikat Peserta Terbaik berkat semangat, kedisiplinan, serta keaktifannya selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan OSABAR.

Salah satu penerima penghargaan, Nailatuz Zakiatul Waqtia, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diterima menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri selama menjadi santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan ini. Bagi saya, OSABAR mengajarkan banyak hal, mulai dari kedisiplinan, keberanian, hingga pentingnya menghargai sesama. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Penobatan Kakak Asuh Terbaik dan Peserta Terbaik menjadi penutup yang penuh makna dalam rangkaian OSABAR 2026. Lebih dari sekadar penghargaan, apresiasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat seluruh santri untuk terus berprestasi, menjaga akhlak, serta mengamalkan nilai-nilai kepesantrenan dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta: Maria Al Faradela

Editor    : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *