Menata Niat dan Meneguhkan Jati Diri melalui Trilogi dan Panca Kesadaran Santri

www.nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid terus menanamkan nilai-nilai dasar kepesantrenan kepada santri baru melalui rangkaian Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2026. Salah satu materi utama yang diberikan adalah “Tata Niat: Nilai dan Tradisi Santri di Pesantren (Trilogi dan Panca Kesadaran Santri)”, yang dilaksanakan pada Sabtu (11/7/2026) pukul 08.00–09.30 WIB di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta OSABAR tingkat SLTP.

Materi disampaikan oleh Ning Muthaminnah Waqid, yang akrab disapa Ning Iin. Dalam pemaparannya, beliau mengajak para santri baru untuk meluruskan niat sejak awal menempuh pendidikan di pesantren. Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi ruang pembentukan karakter, akhlak, dan pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Neng Iin menjelaskan bahwa Trilogi Santri dan Panca Kesadaran Santri merupakan ruh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua nilai tersebut menjadi pedoman bagi santri dalam membangun hubungan dengan Allah Swt., sesama manusia, serta lingkungan sosial di mana mereka akan mengabdikan diri.

“Trilogi dan Panca Kesadaran Santri bukan sekadar materi yang dipelajari, melainkan nilai yang dihidupi. Santri sejati adalah mereka yang mampu menjaga hubungan dengan Allah, mengabdi kepada masyarakat, dan memberi manfaat bagi bangsa,” dawuh Neng Iin.

Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari keluasan ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan mengamalkan ilmu tersebut dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi akhlakul karimah, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.

Di penghujung sesi, Neng Iin mengajak seluruh peserta OSABAR untuk menjadikan nilai-nilai kepesantrenan sebagai pedoman hidup yang akan terus melekat, baik selama berada di lingkungan pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Mari jadikan Trilogi sebagai kompas, Panca Kesadaran sebagai arah, dan pengabdian sebagai tujuan. Karena santri bukan hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi hadir untuk memberi manfaat bagi semesta,” dawuh Neng Iin.

Melalui materi ini, diharapkan para peserta OSABAR mampu membangun tata niat yang benar sejak awal perjalanan mereka sebagai santri. Dengan berpegang teguh pada Trilogi dan Panca Kesadaran Santri, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta siap melanjutkan estafet perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan oleh para masyayikh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pewarta : Maria Al Faradela
Editor     : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *