OSABAR 2026, Tanamkan Ukhuwah dan Karakter Santri sejak Dini

www.nuruljadid.net— Pondok Pesantren Nurul Jadid, salah satu pesantren besar di Jawa Timur, resmi membuka Orientasi Santri Baru (OSABAR) 2026 pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang digelar di Aula 2 Pondok Pesantren Nurul Jadid ini menjadi momentum awal bagi ratusan santri putri baru untuk mengenal nilai, tradisi, dan spirit kehidupan pesantren.

Wakil Kepala Pesantren III, Ning Nur Diana Khalidah, tampil sebagai pembicara dalam upacara pembukaan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memaknai pengalaman mondok sebagai proses pembentukan karakter secara menyeluruh—bukan semata-mata perpindahan tempat belajar.

“Mondok bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi harus berpisah dengan kedua orang tua. Namun mari kita bulatkan tekad, karena santri yang hebat bukan hanya yang niatnya lurus, tetapi mereka yang siap menjalani setiap proses dengan penuh kesadaran,” ujarnya di hadapan peserta.

Ning Diana juga menyoroti nilai-nilai kedisiplinan yang akan dibentuk selama di pesantren, mulai dari kewajiban salat berjamaah, pembiasaan qiyamul lail, hingga pembinaan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan itulah yang menjadi pembeda antara kehidupan di pesantren dan di rumah.

Tak hanya soal ibadah dan disiplin, ia juga menekankan pentingnya semangat ukhuwah di antara para santri. Meski berasal dari berbagai daerah dan tidak saling mengenal sebelumnya, seluruh santri disatukan oleh satu tujuan mulia: menuntut ilmu dan meraih rida Allah SWT.

“Mungkin secara biologis kita bukan saudara. Namun di sini kita semua bersaudara dalam menuntut ilmu dan menggapai cita-cita,” tegasnya.

Pembukaan OSABAR ditandai dengan pembacaan basmalah secara serentak oleh seluruh peserta, dilanjutkan dengan pukulan kentongan gong oleh Ning Din sebagai simbol resmi dimulainya rangkaian kegiatan. OSABAR 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 13 Juli 2026 dengan tema “Tata Niat, Bangun Tekad, Santri Hebat.”

Kegiatan orientasi santri baru semacam ini dinilai penting sebagai jembatan transisi bagi peserta didik baru, khususnya dalam membangun kesiapan mental dan spiritual sebelum menjalani kehidupan penuh di lingkungan pesantren. Pondok Pesantren Nurul Jadid sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Indonesia, dengan ribuan santri dari berbagai penjuru Nusantara.

 

Pewarta: Maria Al Faradela

Editor   : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *