Tak Sekadar Angkut Koper, Rumga Punya Sistem Anti Nyasar

berita.nuruljadid.net- Untuk membantu para wali santri dalam membawa seluruh barang putra putrinya ke dalam pesantren, satuan tugas kerumahtanggan atau lebih familier dengan sebutan rumga melakukan program kerjanya setiap penerimaan santri baru (PSB) yakni membantu mengangkut, menginput, dan mengantar barang santri, Jum’at (03/07/2026).

Satgas rumga berposisi di dekat jalur masuk lapangan raya Pondok Pesantren Nurul Jadid dengan tujuan supaya mudah dijumpa oleh para wali santri. Agar satgas rumga bisa memastikan setiap barang santri tiba ke asramanya tanpa ada kesalahan serta para wali santri bisa melacak keberadaan barang putra putrinya, rumga menggunakan inovasi berupa sistem khusus bernama sistem antar barang atau disingkat Siabang.

Dalam proses registrasi, para admin hanya melayani para santri yang akan berdomisili di wilayah pusat. Hal itu diperjelas dengan pernyataan salah satu anggota satgas rumga, Muhammad Alfin Ferdiansyah selaku bagian admin.

“Kami hanya mengantar barang-barang santri yang berdomisili di pusat. Untuk wilayah satelit, biasanya barang-barang santri dibawa sendiri oleh walinya karena memang wali santri bisa memarkirkan kendaraannya dekat wilayah,” ucapnya. satgas rumga menerima semua barang seperti koper dan kasur, namun memberi pengecualian terhadap makanan maupun minuman.

Meski dengan adanya Siabang dirasa sudah memudahkan, nyatanya para satgas rumga tetap menjumpai kendala seperti halnya para wali santri yang masih belum paham akan teknologi sehingga perlu pendampingan dari anggota sehingga memakan waktu yang lama.

Selama PSB berlangsung, Alfin berharap agar dengan adanya Siabang mampu memberikan respon positif dari wali santri terhadap seluruh proses pelayanan yang diberikan oleh pihak pesantren kepada calon penuntut ilmu dan keberkahan para masyayikh.

Diketahui alur dari pengantaran barang dimulai dari proses registrasi penerimaan barang berupa menginput barang dan nama santrinya. Setelah proses verifikasi, para santri dan walinya diperkenankan untuk meninggalkan barang bawaan menuju Lokasi pendaftaran. Setelah itu, anggota lain yang bertugas sebagai kurir akan mengantar ke lokasi pendaftaran yang kemudian akan disortir kala para santri sudah ditemukan domisili asramanya.

Pewarta : Moh. Danil Handika
Editor    : Mohammad Wildan Dhulfahmi

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *