Pos

Kembangkan Bahasa Arab, PP. Puncak Darussalam Ngaji ke LPBA Nurul Jadid

nuruljadid.net – Rabu (02/02/2022), Pondok Pesantren Puncak Darussalam studi banding ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Acara yang fokus pada pengembangan bahasa arab itu dikonsep dengan full berbahasa arab selama acara berlangsung diikuti oleh sekitar 110 orang santri beserta pengurus bahasa Arab Pondok Pesantren Puncak Darussalam Pamekasan Madura.

Pelaksanaan studi banding kali ini, Pondok Pesantren Puncak Darussalam ngaji perihal pengembangan bahasa kepada Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid. Sementara itu, Muhammad Subakhri selaku Dewan Syuro PP. Puncak Darussalam menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya studi banding ini diharapkan mampu menciptakan hubungan yang baik antara PP. Puncak Darussalam dan LPBA Nurul Jadid khususnya dalam pengembangan bahasa Arab.

(Dewan Syuro Pondok Pesantren Puncak Darussalam Pamekasan Ustaz Muhammad Subakhri saat memberikan sambutan)

“Tujuan dari studi banding ini bukanlah membandingkan satu sama lain, melainkan untuk silaturahmi, karena PP. Nurul Jadid dan PP. Puncak Darussalam bersal dari satu sumber yang sama yaitu dari Pondok Pesantren Banyuanyar,” ungkap Muhammad Subakhri

Muhammad Subakhri menambahi bahwa kunjungan mereka ke Pondok Pesantren Nurul Jadid ini sudah kedua kalinya dan merupakan penebus kerinduan setelah sebelumnya mereka pernah berkunjung dan berhasil meraih juara 2 pada Event Lomba Debat Bahasa Arab “Festival Bahasa” yang diadakan oleh LPBA Nurul Jadid.

Kegiatan yang berlangsung di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid ini dibuka dengan menggunakan dua bahasa yakni Arab dan Inggris oleh Master of Ceremony (MC) yang juga merupakan peserta didik LPBA Nurul Jadid. Pembukaan tersebut disambut hangat oleh Kepala Bagian Humas dan Protokoler Nurul Jadid sekaligus Direktur LPBA Nurul Jadid Dr. Syamsuri Hasan.

(Direktur LPBA Nurul Jadid ustaz Dr. Syamsuri Hasan tengah menyampaikan sambutannya)

Dr. Syamsuri Hasan dalam sambutannya sedikit memberikan pengenalan tentang sejarah berdirinya LPBA Nurul Jadid serta beberapa program yang terdapat pada lembaga tersebut. “Saya mewakili Pondok Pesantren Nurul Jadid mengucapkan selamat datang kepada rombongan PP. Puncak Darussalam di Pondok Pesantren Nurul Jadid, semoga terselenggaranya acara ini merupakan ajang untuk saling mengisi kekurangan kita dan juga untuk mempererat tali silaturrahmi,” tutur Dr. Syamsuri Hasan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing kebahasaan antara kedua lembaga. Pada sesi tersebut, para peserta didik LPBA Nurul Jadid menampilkan beberapa penampilan yang disiapkan dalam waktu singkat karena memang bahasa arab sudah menjadi kebiasaan yang mandarah daging bagi peserta didik. Adapun penampilan yang ditampilkan diantaranya menyanyi lagu bahasa Arab dan taqdimul qissoh.

(Penampilan debat bahasa arab antara peserta didik LPBA Nurul Jadid dengan peserta didik PP. Puncak Darussalam Pamekasan)

Tidak hanya LPBA Nurul Jadid, PP. Puncak Darussalam juga menujukkan kebolehannya berupa penampilan khitobah bahasa Arab. Seusai penampilan tersebut, dilanjutkan dengan penampilan debat bahasa Arab atas permintaan pihak PP. Puncak Darussalam sekaligus sharing dan evaluasi kegiatan belajar mengajar kebahasaan di masing-masing lembaga.

Acara ditutup dengan penyerahan cindera mata dari kedua belah pihak dan sesi foto bersama. Selain itu, perwakilan dari masing-masing pesantren menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya acara ini.

(Penyerahan cinderamata dari perwakilan PP. Puncak Darussalam Pamekasan kepada perwakilan LPBA Nurul Jadid)

“Pertemuan ini adalah kabar baik untuk kedepannya kita saling bersilaturrahmi, kami tunggu kedatangan LPBA Nurul Jadid di PP. Puncak Darussalam,” pungkas Muhammad Subakhri selaku Dewan Syuro PP. Puncak Darussalam

 

(Humas Infokom)

Kembangkan Sistem Tabungan Santri, PP. Riyadlus Sholihin Ngaji ke Nurul Jadid

nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid menerima kunjungan dari pengurus Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dalam rangka studi banding pengembangan inovasi sistem tabungan santri berbasis digital (e-saving) pada hari Senin (17/1) sore bertempat di Ruang Tamu Pondok Pesantren Nurul Jadid.

“Kami menyambut baik kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, saya rasa Nurul Jadid merasa terhormat untuk menjadi sahabat sharing tentang pengembangan sistem tabungan santri berbasis digital, karena sejak dua tahun terakhir kami sudah menggunakan e-bekal untuk alat transaksi santri,” ujar penjab e-bekal santri ustaz Nahrawi.

(Terlihat kedua belah pihak sedang berdiskusi seru tentang sistem pembayaran dan pendataan santri)

Dalam hal ini, turut hadir Kasubbag. Multimedia Ach. Faqihatus Sholeh, Kasubbag Protokoler Ady Azhari, Bagian Protokoler Alfi Syukrin serta bagian E-Bekal Nahrowi dan Muhammad Hasyim mendampingi tamu studi banding dari Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin.

Diungkap Kasubbag. Multimedia Ach Faqihatus Sholeh yang pada kesempatan itu mewakili Kabag. Data dan IT, bahwa mereka juga belajar sistem pengelolaan data pokok pondok pesantren dan data santri digital (Pedatren NJ) dan juga keuangan non-tunai santri (cashless payment) dengan e-bekal.

Penanggung jawab tabungan santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Ust. Anwar Sholeh menuturkan tujuan mereka datang berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk menimba ilmu dan pengalaman.

“Kami menyadari bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid sudah sangat berhasil melakukan sistem cashless payment dengan e-Bekal santri, sehingga kami juga ingin menerapkan sistem yang sama di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin,” ungkap Ust. Anwar Sholeh.

Faqih menjelasakan bahwa dalam pengelolaan data dan juga penerapan sistem cashless sangatlah tepat diterapkan di lingkungan Pesantren. Mengingat hal tersebut dapat memberikan manfaat yang sangat banyak terhadap pesantren dan santri. Salah satunya terkait program cashless payment, pertama mampu meminimalisir terjadinya kehilangan uang santri; kedua wali santri dapat mengontrol belanja dan simpanan putra-putrinya selama di pesantren; ketiga terkait pengolaan data pokok pesantren dan santri atau Pedatren, ponpes bisa mengetahui perkembangan dan aktifitas santri baik di asrama maupun di Lembaga Pendidikan. Pada intinya, data santri bisa dikelola secara digital dan terintegrasi.

(Faqih (tengah) sedang memaparkan proses pembuatan e-bekal di Pondok Pesantren Nurul Jadid)

Berkaitan dengan hal tersebut, Faqih menambahkan bahwa untuk pembuatan e-bekal santri itu akan lebih mudah jika diawali dengan pembuatan Pedatren atau data pokok santri terlebih dahulu dengan sistem dan prinsip user friendly dan multi users.

“Pada awalnya kami lebih dahulu membuat data poko pesantren dan santri atau Pedatren untuk mendukung program sentralisasi waktu itu. Kemudian, Pedatren terus berkembang sampai bisa dimanfaatkan untuk pembuatan program cashless payment yaitu e-Bekal Santri. Sebenarnya teman-teman pengurus Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin bebas bisa mulai untuk membuat program E-Bekal atau fokus ke pembuatan Pedatren terlebih dahulu,” ungkap Faqih di hadapan tamu rombongan.

Komunikasi antara pihak Pesantren Riyadlus Sholihin dan Pesantren Nurul Jadid dalam kegiatan Studi banding ini berjalan dengan baik. Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian souvenir dari Pondok Pesantren Nurul Jadid kepada perwakilan Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin yang dalam hal ini diwakili oleh Kasubbag. Multimedia Ach. Faqihatus Sholeh.

 

(Humas Infokom)