Pos

LTDP Putri Perkuat Pemahaman Ibadah Santri Melalui Materi Rukun Shalat

www.nuruljadid.net – Setelah sesi pagi membahas fiqih darah wanita, rangkaian kegiatan Itqon Al Furudh: Daurah Fiqh Ibadah yang diselenggarakan oleh Lembaga Takhassus Diniyah Pesantren (LTDP) Putri berlanjut pada sesi kedua, Jumat (19/06/2026) siang di Aula Mini PP Nurul Jadid. Materi kedua mengangkat tema “Rukun Shalat” yang disampaikan oleh Ustazah Afrida Nurlaili, Lc.

Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Lembaga Tamhidiyah dan I’dadiyah wilayah Az-Zainiyah (Dalbar) dan Al-Hasyimiyah (Daltim). Materi rukun shalat menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pemahaman santri terhadap tata cara ibadah yang benar sesuai tuntunan fiqih.

Dalam pemaparannya, Ustazah Afrida menjelaskan bahwa shalat bukan hanya sekadar rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga memiliki ketentuan-ketentuan yang harus dipahami agar ibadah yang dilakukan sah. Beliau menjelaskan berbagai rukun shalat mulai dari niat, takbiratul ihram, berdiri bagi yang mampu, rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, hingga salam.

Selain membahas teori, beliau juga memberikan penjelasan praktik yang sering kali luput dari perhatian. Pada pembahasan takbiratul ihram, misalnya, dijelaskan bahwa seseorang yang telah memasuki takbiratul ihram berarti telah masuk ke dalam shalat sehingga hal-hal yang sebelumnya diperbolehkan menjadi terlarang dilakukan selama shalat berlangsung.

Beliau juga menjelaskan tata letak tangan ketika takbiratul ihram, posisi tubuh saat rukuk, serta ketentuan sujud yang harus dilakukan dengan sempurna. Pada bagian duduk di antara dua sujud dan tasyahud, peserta diberikan pemahaman mengenai posisi duduk yang sesuai dengan tuntunan fiqih serta perbedaan pelaksanaannya dalam beberapa keadaan.

Tidak hanya itu, Ustazah Afrida turut membahas beberapa hukum praktis yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketentuan shalat jamak dan qashar bagi musafir, syarat-syarat perjalanan yang membolehkan seseorang mendapatkan rukhsah (keringanan) dalam shalat, serta batasan-batasan yang perlu diperhatikan ketika melaksanakan ibadah dalam kondisi tertentu.

Melalui penyampaian yang sistematis dan aplikatif, para peserta diajak untuk lebih teliti dalam melaksanakan shalat, tidak hanya memahami gerakannya, tetapi juga mengetahui landasan hukum di balik setiap praktik ibadah yang dilakukan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait praktik shalat yang sering ditemui sehari-hari, menunjukkan tingginya minat santri dalam memperdalam ilmu fiqih ibadah.

Materi rukun shalat ini melengkapi sesi sebelumnya tentang fiqih darah wanita yang disampaikan oleh Ny. Muthmainnah Waqid, S.Th.I. Kedua materi tersebut menjadi fondasi penting bagi santri dalam memahami keshahihan ibadah, khususnya bagi perempuan yang akan menjadi penggerak dan penyebar ilmu agama di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Itqon Al Furudh, LTDP Putri berharap para santri tidak hanya mampu menghafal teori-teori fiqih, tetapi juga memahami dan mengamalkannya secara tepat sehingga ibadah yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan bekal ilmu yang kuat, santri diharapkan mampu menjalankan ibadah dengan lebih yakin, khusyuk, dan penuh kesadaran akan pentingnya ilmu sebagai dasar setiap amal.

Pewarta : Maria Al Faradela
Editor : Ponirin Mika

Tasyakuran Santri I’dadiyah Az-Zainiyah Jadi Momentum Refleksi dan Apresiasi Prestasi

www.nuruljadid.net – Pengurus I’dadiyah Dalbar menyelenggarakan kegiatan Tasyakuran Santri I’dadiyah Wilayah Az-Zainiyah pada Senin (15/06/2026) di Aula Wilayah Az-Zainiyah. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB ini menjadi momentum syukur sekaligus pisah kenang bagi santri I’dadiyah yang telah menyelesaikan Ujian Catur Wulan III sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Acara tersebut dihadiri oleh Alfi Nur Diana selaku Sekretaris LTDP (Lembaga Takhassus Diniyah Pesantren), Pembina Daerah 1, Kepala Wilayah, para Muallimat Santri I’dadiyah, serta alumni pengurus I’dadiyah. Kehadiran para tamu undangan dan jajaran pembina menambah kekhidmatan suasana yang dipenuhi rasa syukur dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Alfi Nur Diana menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh santri agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan tidak berhenti berproses setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat I’dadiyah.

“Untuk adik-adik I’dadiyah semuanya, semangat dan selamat. Ingat, ini bukan langkah akhir kalian dalam berproses, tetapi merupakan langkah awal untuk terus melanjutkan perjuangan dalam belajar. Bagi yang sudah lulus dan akan turun ke daerah masing-masing, semoga dapat membawa perubahan yang baik dan terus mengembangkan diri ke depannya. Sedangkan bagi yang belum lulus, jangan berlarut dalam kegagalan, karena pintu kesuksesan akan selalu terbuka melalui jalan mana pun selama diiringi usaha dan doa,” tuturnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap santri memiliki jalan perjuangannya masing-masing dan hendaknya menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penobatan Santri Teladan dan Santri Terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, prestasi akademik, serta akhlak yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan di I’dadiyah. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan dan disambut dengan penuh antusias oleh para peserta.

Melalui kegiatan tasyakuran ini, diharapkan para santri I’dadiyah dapat melanjutkan perjalanan pendidikannya dengan semangat baru, menjaga nilai-nilai yang telah diperoleh selama belajar, serta terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di mana pun mereka berada. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi seluruh santri I’dadiyah Wilayah Az-Zainiyah.

Pewarta : Maria Al Faradela
Editor : Ponirin Mika