Pos

Pastikan Kerja Sesuai SOP, Pesantren Nurul Jadid Audit Satuan Kerja Lewat ISO 21001:2018

​berita.www.nuruljadid.net – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas tata kelola lembaga. Memasuki tahun kedua penerapan standar internasional, setiap satuan kerja di lingkungan pesantren menjalani audit intensif guna memastikan seluruh prosedur operasional telah berjalan sebagaimana mestinya.

​Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dipimpin oleh Anang Pribadi selaku auditor. Fokus utama audit kali ini adalah meninjau sejauh mana satuan kerja mampu menyelaraskan antara kebijakan tertulis dengan praktik nyata di lapangan, sesuai dengan kaidah manajemen mutu.

​Anang Pribadi menjelaskan bahwa audit ini merupakan instrumen untuk memvalidasi kedisiplinan administratif. Menurutnya, hal terpenting dalam sistem manajemen adalah memastikan personel telah mengerjakan apa yang ditulis serta mendokumentasikan apa yang dikerjakan.

​”Dengan menggunakan manajemen ISO ini, Pesantren Nurul Jadid telah membuktikan bahwa ia terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk santri dan masyarakat,” ungkap Anang di sela-sela proses pemeriksaan dokumen.

​Langkah Pesantren Nurul Jadid mengadopsi ISO 21001:2018 dinilai sebagai pilihan yang luar biasa. Standar ini menjadi kompas bagi lembaga pendidikan untuk tetap berada pada jalur profesionalisme yang diakui secara global namun tetap berbasis nilai pesantren.

​Dalam pelaksanaannya, Anang menegaskan bahwa proses audit tidak bertujuan untuk mencari titik lemah personel. Sebaliknya, ini adalah upaya pembinaan bagi siapapun yang diberi amanah oleh pesantren apabila dalam bekerja belum termanajemen dengan sempurna.
​Pandangan tersebut diperkuat oleh Ustadz Ahmad Sahidah yang menyatakan bahwa kehadiran auditor merupakan bagian dari proses perbaikan berkelanjutan. Ia berharap seluruh unit kerja tidak merasa terintimidasi oleh proses verifikasi administrasi ini.

​”Audit tidak untuk menyalahkan atau menghakimi. Tapi untuk memastikan kita bekerja lebih sempurna sesuai dengan aturan, pedoman, dan SOP,” tegas Ustadz Ahmad Sahidah saat memberikan pengarahan kepada para pengelola unit.
​Selama dua hari penuh, auditor mendatangi setiap kantor satuan kerja untuk melakukan pengecekan berkas administrasi.

Pemeriksaan dilakukan secara mendetail terhadap dokumen-dokumen yang menjadi acuan kerja harian para staf dan pengurus pesantren.

Pesantren Nurul Jadid optimis dapat mempertahankan standar pelayanan yang tinggi. Konsistensi dalam menerapkan manajemen mutu diharapkan mampu membawa pesantren menjadi role model bagi lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia.

 

Pewarta     : Ahmad Zainul Khofi

Editor        : Ponirin Mika

Pesantren Nurul Jadid Studi Tiru ke Pemkab Probolinggo, Perkuat Tata Kelola Ex Officio

berita.nuruljadid.net – Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan kelembagaan, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton melaksanakan studi tiru ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo pada Senin (23/6/2025). Studi ini difokuskan pada sistem tata kelola organisasi berbasis ex officio sebagai bagian dari transformasi kelembagaan pesantren menuju sistem yang profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti oleh delapan perwakilan pesantren, di antaranya Sekretaris Pesantren H. Thohiruddin, Kepala Bagian Keuangan dan Aset Abdul Hamid, serta sejumlah kepala bidang terkait.

Dalam sambutannya, H. Thohiruddin menyampaikan bahwa studi tiru ini bertujuan untuk memahami lebih dalam sistem organisasi pemerintahan, khususnya dalam pelaksanaan tugas ex officio—yakni penugasan berdasarkan jabatan yang melekat pada struktur organisasi tetap, bukan melalui pembentukan panitia ad hoc.

“Kami berharap pelaksanaan tugas di lingkungan pesantren bisa dijalankan secara efisien dan langsung terintegrasi dalam struktur kepengurusan yang ada. Ini adalah bagian dari ikhtiar membangun sistem kelembagaan yang lebih tertata, transparan, dan berorientasi jangka panjang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Thohiruddin juga memperkenalkan seluruh delegasi kepada pihak Pemkab Probolinggo, seraya menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan pesantren dan institusi pemerintahan dalam membangun sistem organisasi yang adaptif dan modern.

Mewakili Pemkab Probolinggo, Kepala Bidang Keorganisasian, Sholehudin Hamid, menyambut baik kunjungan tim Pesantren Nurul Jadid. Ia mengapresiasi inisiatif pesantren dalam menggali pengetahuan langsung dari praktik kelembagaan pemerintah daerah.

“Kunjungan ini menjadi bentuk kolaborasi positif antara lembaga pendidikan dan pemerintahan. Kami terbuka untuk berbagi pengalaman, baik dalam hal struktur kelembagaan, tata tugas, hingga mekanisme koordinasi dan pelaporan,” ujar Sholehudin.

Adapun metode studi tiru meliputi observasi lapangan, wawancara, analisis dokumen kelembagaan, serta diskusi strategis mengenai pengelolaan ex officio. Fokus utama meliputi pembagian tugas, sistem koordinasi internal, pengelolaan aset, dan pemetaan solusi atas kendala kelembagaan.

Melalui kegiatan ini, tim Pesantren Nurul Jadid bertekad untuk menyusun laporan evaluatif sekaligus rekomendasi perbaikan yang relevan dengan kultur organisasi pesantren. Hasil akhir dari studi tiru ini akan dirumuskan sebagai dasar penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan ex officio di lingkungan pesantren.

Langkah strategis ini diharapkan menjadi titik tolak pembenahan tata kelola pesantren yang lebih sistematis, akuntabel, dan selaras dengan prinsip manajemen kelembagaan modern.

Pewarta: Ahmad Zainul Khofi
Editor: Ponirin Mika

Persiapan Menuju Sertifikasi ISO, Nurul Jadid Gelar Bimtek bagi Karyawan

nuruljadid.net – Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan bimbingan teknis penyusunan job desk terhadap satuan kerja yang berada di bawah naungan pesantren selama dua hari, pada Senin (05/02/24) sampai Selasa (06/02/24). Bimtek tersebut sebagai upaya persiapan pesantren menuju manajemen ISO.

Kepala Bagian I Sekretariat Miftahul Huda, dalam sambutannya menyampaikan tujuan dilaksanakan bimbingan teknis ini adalah untuk melakukan pembagian tupoksi masing-masing satuan kerja dan melanjutkan persiapan menuju sertifikasi ISO.

“Sebelumnya sudah pernah dilakukan persiapan sertifikasi ISO pertama pada 02 November tahun 2023 kemarin, saat ini kita fokus pada penyusunan job desk, penyusunan SOP, Pembagian Tugas dan Penyusunan Instrumen ISO,” imbuhnya.

Menyoal acara, hadir sebagai pemateri utama Dody Heral Ardiansyah dengan membawa beberapa materi, diantaranya: Materi Penyusunan job desk, Penyusunan SOP, Pembagian Tugas Instrument ISO serta Penyusunan Instrument ISO.

Dalam kesempatan tersebut, Dody menekankan kesiapan tata kelola organisasi dari hal yang fundamental, seperti tanggungjawab, wewenang dan kondisi kerja.

“Terkait ikhtisar job desk, seringkali terjadi overlap antara wewenang dan tanggungjawab, kita harus memahami itu dari hal mendasar,” terangnya.

Kemudian terkait kepentingan ISO, lanjut Dody, perlu ditampilkan fungsi Management Representative pada struktural kepengurusan pesantren.

“Management Representative ini memiliki fungsi kerja dalam hal mengelola dokumen (document control). Berkas dokumen harus betul-betul ditata, semua aktifitas yang dikerjakan harus terdokumentasikan, dan di setiap dokumen harus diberi kode,” jelasnya.

 

Pewarta: Ahmad Zainul Khofi

Editor: Ponirin Mika

Selamat, Unuja Kampus Pesantren Dapat Sertifikasi ISO

nuruljadid.net- Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kampus pesantren pertama yang mendapatkan sertifikasi ISO. Kampus yang berada disebuah Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, terus mengalami kemajuan dan selalu berupaya agar bisa mengabdikan diri bagi Nusa, Bangsa dan Agama.

Dengan penghargaan yang diraih, Rektor Universitas Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag mengucapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya.

“Alhamdulillah, syukur yang sedalam-dalamnya. Ya Allah, ditengah Pandemi Covid-19, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) memperoleh dua sertifikasi ISO: 9001:2015 dan ISO 21001:2018
Semoga capaian ini, lebih meningkatkan semangat pengabdian dan nilai manfaat UNUJA bagi Nusa, Bangsa dan Agama,” Kata Kiai Hamid lewat akun facebooknya.

Sementara Wakil Rektor I H. Hambali, M. Pd, bahwa sebelum didapatkannya sertifikasi ISO kepada nuruljadid.net Pada tanggal 26-27 Februari 2020 Tim dari PT Global group terlebih dahulu datang melaksanakan final audit kepada pihak manajemen UNUJA untuk melaksanakan penilaian terhadap 11 elemen dalam perguruan tinggi, yakni kepemimpinan, akseptabilitas, ethical conduct, tata kelola kampus, capaian kinerja, manajemen risiko.

Wakil Rektor I menambahkan, pada tanggal 23 maret dapat kabar dari PT Global Group bahwa sertifikat ISO UNUJA sudah dapat diterbitkan. Sementara sertifikat baru diperoleh kemarin Senin 27 April 2020 setelah pihak global group menyerahkan kepada UNUJA.

Dengan ketercapaian ini, H. Hambali memiliki harapan yang sangat tinggi agar ada keserasian irama dalam kiat kinerja civitas akademika dengan manejemen mutu dan organisasi UNUJA semakin meningkat.

“Harapan kami setelah memperoleh sertifikat ISO ini, kita tidak boleh berhenti untuk dinamis, terus melangkah maju meraih mimpi menjadi kampus berkeadaban melalui jump two steep ahead. terus melaju – bergerak melakukan peningkatan tata kelola manejemen mutu dan organisasi UNUJA.

 

Pewarta : PM