Pos

Kader Santri Harus Siap Jadi Ksatria Digital dan Penjaga NKRI

www.nuruljadid.net- Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) gelar kajian Keindonesiaan di Aula Mini PPNJ, Jumat (15/05/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Bapak Ahmad Zubaidi, M.Pd., sebagai pemateri dalam kajian sesi ke-2.

Kajian ini menjadi salah satu upaya IPPNU PPNJ dalam memperkuat wawasan kebangsaan kader putri, sekaligus menanamkan nilai persatuan, toleransi, dan semangat kebhinekaan di lingkungan pesantren.

Dalam pemaparannya, Bapak Ahmad Zubaidi menjelaskan bahwa Indonesia bukan sekadar nama negara, melainkan identitas dan ideologi yang mempersatukan masyarakat dengan berbagai latar belakang.

“Indonesia adalah identitas dan ideologi yang mengikat semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong,” ungkap beliau di hadapan para peserta.

Beliau yang akrab disapa Bapak Edi juga memaparkan empat pilar konstruksi negara yang menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar tersebut menjadi hal penting bagi generasi muda, khususnya kader IPPNU, agar mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.

Tidak hanya itu, beliau turut menjelaskan peran strategis IPPNU dalam menjaga nilai-nilai keindonesiaan di era modern. Kader IPPNU diharapkan mampu menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, menjadi penengah di tengah masyarakat, aktor sosial, ksatria digital, sekaligus penjaga identitas bangsa.

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kajian. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkuat wawasan kebangsaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga harmoni sosial dan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, IPPNU PPNJ berharap kader putri mampu menjadi generasi yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pewarta : Naylah Zakiyatur Rahmah

Editor    : Maria Al Faradela

TMAKESTA IPPNU Nurul Jadid Kupas Tuntas Trilogi Aswaja dan Tiga Ukhuwah NU

www.nuruljadid.net- Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) menggelar kajian Keaswajaan dan Ke-NU-an di Aula Mini PPNJ, Jumat (15/05/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ustaz Mohammad Alief Hidayatullah, M.E., sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Ustaz Mohammad Alief Hidayatullah menjelaskan konsep trilogi dalam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi dasar pemahaman warga Nahdlatul Ulama. Menurut beliau, trilogi tersebut meliputi Islam, Iman, dan Ihsan.

Beliau menjelaskan bahwa dimensi Islam diwujudkan melalui fiqih sebagai kerangka hukum dalam beribadah maupun bermuamalah. Sementara dimensi keimanan diwujudkan melalui tauhid, dan dimensi ihsan diwujudkan melalui tasawuf sebagai bentuk penyucian hati dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, beliau juga memaparkan pilar metodologi berpikir dalam Aswaja, yakni tawassut (moderasi), tawazun (berimbang), ta’adul (keadilan), serta tasamuh (toleransi). Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman penting dalam menjaga sikap moderat dan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ustaz yang akrab disapa Ustaz Alief itu juga menuturkan bahwa dalam dimensi Nahdlatul Ulama terdapat tiga bentuk ukhuwah atau persaudaraan yang harus dijaga oleh setiap kader NU.

“Dalam dimensi NU terdapat tiga ukhuwah. Pertama, Ukhuwah Islamiyah, yaitu memelihara persaudaraan sesama umat Islam. Kedua, Ukhuwah Wathaniyyah, yakni persaudaraan sesama anak bangsa dengan melampaui perbedaan suku dan agama. Ketiga, Ukhuwah Basyariyyah, yaitu persaudaraan sesama umat manusia,” tutur beliau di hadapan peserta MAKESTA.

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pematerian. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkuat wawasan keaswajaan dan ke-NU-an, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan toleransi dalam kehidupan santri putri.

Di akhir sesi, Ustaz Alief memberikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta agar senantiasa menjadikan kehidupan sebagai bentuk pengabdian dan kebermanfaatan bagi orang lain.

“Hiduplah untuk orang lain, jangan hidup kepada orang lain. Karena sesuatu yang menuju Allah akan abadi dan berlanjut, sedangkan sesuatu yang bukan menuju Allah akan berhenti dan terputus,” pungkas beliau.

Melalui kegiatan tersebut, MAKESTA IPPNU PPNJ diharapkan mampu mencetak kader putri yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki pemahaman Aswaja yang kuat serta mampu menerapkan nilai-nilai NU dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta : Karisma Najwa Magdalena

Editor    : Maria Al Faradela

Melalui MAKESTA, IPPNU NJ Siapkan Kader Santri Putri Berjiwa NU

www.nuruljadid.net – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Paiton Probolinggo menggelar kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) di Aula Mini PPNJ, Jumat (15/05/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan seremoni pembukaan, dilanjutkan sambutan dari jajaran Pengurus dan Pembina. MAKESTA menjadi langkah awal kaderisasi bagi santri putri untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai organisasi IPPNU serta memperkuat komitmen pengabdian di lingkungan pesantren.

Dalam sambutannya, Ustazah Ismia Khilyati Salwa selaku Pembina IPPNU  menyampaikan bahwa kegiatan MAKESTA bertujuan menjadi bekal awal bagi santri putri dalam mengabdikan diri melalui organisasi IPPNU.

“Kegiatan ini menjadi bekal awal bagi santri putri untuk belajar mengabdi di IPPNU. Setelah ini mereka akan dibekali beberapa materi penting yang berkaitan dengan keaswajaan, ke-NU-an, keindonesiaan, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan IPPNU,” ungkap beliau.

Beliau juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal yang positif bagi para peserta dalam menjalankan amanah organisasi pada periode dan masa jabatan yang sedang berlangsung.

Selain memperkuat pemahaman organisatoris, MAKESTA juga diharapkan mampu membentuk karakter kader IPPNU yang aktif, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian terhadap pesantren, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama.
” melalui kegiatan ini, saya berharap temen-temen santri putri bisa memiki semangat dan daya juang pengabdian bagi Pesantren dan Masyarakat melalui Wadah Organisasi Nahdlatul Ulama.” ungkapnya di akhir sambutan.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang berlangsung. Hal tersebut terlihat dari semangat peserta saat mengikuti sesi pembukaan hingga penyampaian materi yang telah dipersiapkan oleh panitia. Suasana kegiatan berlangsung khidmat sekaligus penuh keakraban antarsesama kader putri.

Melalui kegiatan ini, IPPNU PPNJ berharap para anggota baru mampu menjadi kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kaderisasi yang dilakukan tidak hanya membentuk kemampuan organisatoris, namun juga memperkuat karakter dan jiwa kepemimpinan santri putri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, IPPNU PPNJ berkomitmen untuk terus mencetak kader-kader putri yang berwawasan keislaman, kebangsaan, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Pewarta : Naylah Zakiyatur Rohmah
Editor    : Maria Al Faradela

Pengurus IPPNU Nurul Jadid Baru, Siap Berjuang untuk NU

Pengurus IPPNU Nurul Jadid Baru, Siap Berjuang untuk NU

nuruljadid.net – Peremajaan dalam sebuah organiasasi merupakan sebuah hal yang harus dilakukan sebab dengan diadakannya peremajaan, maka bertambah dewasa dan bermunculan bibit-bibit kader dalam organisasi tersebut. Hal itulah yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jum’at (07/02/2020).

IPPNU Nurul Jadid melantik pengurus masa khidmat 2020-2021, berbeda dari tahun sebelumnya kali ini hanya 50 pengurus IPPNU yang terlantik dengan tujuan agar lebih optimal dalam mengatur kinerja organisasi, dan Mufidah berhasil menjadi Ketua IPPNU dengan Ustd, Diana Putri sebagai pembina.

Tampak penyerahan jabatan antara Ketua IPPNU Baru (baju putih kanan) dengan Ketua IPPNU demisioner (baju batik hijau)

Tampak penyerahan jabatan antara Ketua IPPNU Baru (baju putih kanan) dengan Ketua IPPNU demisioner (baju batik hijau)

Bertempat di Aula I PP. Nurul Jadid, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ustd. Rofiqotul Husna, perwakilan IPPNU Kraksaan bagian pesantren, serta seluruh anggota IPPNU se PP. Nurul Jadid.

Selaku Ketua IPPNU terpilih, Mufidah menerangkan dalam sambutan bahwa pengabdiannya anggota IPPNU  itu salah satunya ialah berjuang dalam organisasi bernama Nahdlatul Ulama (NU).

“Jadi dalam organisasi di IPPNU Nurul Jadid ini kita fokus mengembangkan ketaatan ahli sunah bersama para ulama,” ungkapnya dalam sambutan.

Penulis : Mirza

Editor :Ponirin

IPPNU Nurul Jadid, Gelar Kajian Aswaja Saban Malam Selasa

nuruljadid.net.- Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU), menggelar kajian Ahlussunnah wal Jamaah Annahdhiyah (Aswaja A) tiap malam selasa, pukul 08.00 WIB. Kajian Aswaja ini diikuti oleh seluruh pengurus IPPNU.

Koordinator Kajian Aswaja, Senin (24/06/19) mengungkapkan saat ini warga NU khususnya dari kalangan pelajar terutama pelajar diluar Pesantren, banyak yang tidak kenal dan tidak paham terhadap Aswaja Annahdhiyah. Sehingga dengan ketidakpahaman tersebut, nantinya dikhawatirkan mereka mudah dipengaruhi oleh paham-paham di luar NU. IPPNU Nurul Jadid diharapkan mampu melahirkan pemudi NU yang mempunyai paham Aswaja A agar nantinya bisa menyebarkan pemahaman ini kepada yang lain.

“Untuk menghindari hal tersebut, maka IPPNU Nurul Jadid mengambil inisiatif untuk melakukan kajian berkait pemahaman Aswaja Annahdhiyah kepada segenap pengurus IPPNU dan peserta yang mengikutinya. Dengan demikian nantinya mereka akan paham tentang Ahlussunnah wal Jamaah Annahdhiyah dan bisa dijadikan benteng untuk melawan paham-paham lain yang telah menyebar diluar Pesantren” ujarnya.

Untuk lebih memudahkan diskusi ini, kami menjadikan buku Antologi NU sebagai buku pegangan wajib, karena buku tersebut memuat tentang sejarah ASWAJA, NU dan hal lain yang terkait,” Ucapnya.

 

Pewarta : PM

IPPNU Nurul Jadid Gelar Pelantikan Pengurus Baru

IPPNU Nurul Jadid Gelar Pelantikan Pengurus Baru

nuruljadid.net – Setelah melakukan peremajaan organisasi, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Nurul Jadid menggelar acara pelantikan Pengurus IPPNU periode 2019-2020. Kemarin, Selasa, (05/02/2019) di Auditorium SMP Nurul Jadid.

Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus Cabang IPPNU Kraksaan, Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi UNUJA dan PAC Paiton.

Dewi Robiatul Adawiyah, Ketua Panitia Pelantikan menyampaikan kegiatan ini bermaksud sebagai estafet kepengurusan organisasi dalam IPPNU Nurul Jadid. “Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk estafet kepengurusan dalam organisasi untuk melahirkan kader-kader berkualitas IPPNU Nurul Jadid,” ujarnya.

Selain peremajaan, kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi dari salah satu poin Panca Kesadaran Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. “Pelantikan ini juga sebagai manifestasi dari panca kesadaran santri yang ke-lima, yaitu kesadaran berorganisasi,” tambahnya.

Syifa’ Indana, Ketua Demisioner berharap dengan terlantiknya pengurus baru, kedepannya IPPNU Nurul Jadid semakin bisa memberikan yang terbaik dan mampu melaksanakan amanah sesuai dengan harapan bersama. Terutama dalam mencetak kader-kader yang berkualitas dan mampu menjadi seorang pemimpin.

“Kegiatan pelantikan ini bukan hanya sekedar seremonial saja, melainkan adalah pengukuhan yang disaksikan oleh seluruh anggota IPPNU Nurul Jadid. Jadi, saya berharap kepada pengurus terlantik agar tetap konsisten dalam melaksanakan tugasnya masing-masing demi tercapainya tujuan bersama,” ujar ketua IPPNU Nurul Jadid demisioner tersebut.

Ketua IPPNU terlantik, Nuri Yahdinil Izzah mengatakan bahwa jabatan yang ia emban sekarang bukanlah sebuah fasilitas atau kebanggaan, melainkan sebuah amanah yang berat.
“Jabatan bukan sebuah fasilitas, tetapi sebuah amanah yang harus kita emban. Oleh karena itu, saya memohon semua elemen untuk terus memberikan masukan dan teguran apabila dikemudian hari kami melakukan sebuah kesalahan atau ketidaksesuaian kinerja dalam menjalankan amanah organisasi,” ujar Izzah.

“Kami juga berharap kepada pembina dan anggota IPNNU demisioner agar senantiasa memberikan masukan dan inovasi baru agar kami mampu mencetak generasi-generasi yang berbakat serta berkualitas” pungkasnya.

Penulis: Sony Hakim

Editor : Moh. Bedrus Sholeh