Pos

Ciptakan Sinergi dan Kolaborasi, BEM UNUJA Gelar Probolinggo Edupreneur Youth Summit 2026

www.nuruljadid.net – Dalam upaya menjawab tantangan tingginya angka pengangguran di Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menggelar seminar Probolinggo Edupreneur Youth Summit 2026 pada Rabu (24/06/2026) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ).

Kegiatan yang mengusung tema “Menjawab Krisis Pengangguran Melalui Jiwa Entrepreneur” ini menghadirkan tiga tokoh yang berpengalaman di bidang bisnis dan ketenagakerjaan. Seminar tersebut diharapkan mampu menciptakan sinergi dan kolaborasi sekaligus menjadi ruang belajar dan berdiskusi bagi mahasiswa, mahasiswi, serta pelajar yang hadir.

Acara dipandu oleh dosen UNUJA, Dr. Zakiyah BZ, M.Pd.I., selaku moderator. Adapun tiga narasumber yang hadir, yakni Ning Nur Diana Kholida sebagai Praktisi Bisnis Pesantren sekaligus Inspirator Santripreneur dan Sukses Akar Rumput, Muhammad Danil selaku Badan Koordinasi Daerah (Barkoda) HIPMI Jawa Timur Bidang Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM, serta Saniwar, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo yang membahas akses karier global dan fasilitasi pelatihan kerja.

Dalam opening speech-nya, Rektor Universitas Nurul Jadid, KH. Dr. Najiburrahman Wahid, M.Ag., menegaskan pentingnya membangun kemandirian mahasiswa di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Harapannya, setelah lulus dari universitas nanti mahasiswa dapat mengetahui langkah yang harus diambil. Tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BEM UNUJA dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai upaya mendorong mahasiswa agar tidak hanya bergantung pada peluang kerja yang tersedia, tetapi juga berani menciptakan peluang melalui potensi dan kreativitas yang dimiliki.

Menurutnya, jutaan lowongan pekerjaan yang dijanjikan pemerintah seharusnya tidak menjadi alasan bagi generasi muda untuk hanya menunggu kesempatan datang. Sebaliknya, mahasiswa perlu memiliki jiwa entrepreneur sehingga mampu menjadi pencipta lapangan kerja bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BEM UNUJA berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, sekaligus melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.

Pewarta: Karisma Najwa Magdalena
Editor : Maria Al Faradela

Rektor UNUJA Paparkan Tiga Kategori Kampus dalam Probolinggo Edupreneur Youth Summit 2026

www.nuruljadid.net – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menggelar Probolinggo Edupreneur Youth Summit 2026 pada Rabu (24/06/2026) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini mengusung tema “Menjawab Krisis Pengangguran Melalui Jiwa Entrepreneur” sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa UNUJA serta perwakilan organisasi sekolah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Mars Universitas Nurul Jadid, kemudian memasuki rangkaian sambutan.

Ketua BEM UNUJA, Hedi Firmansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu membuka wawasan peserta mengenai dunia kewirausahaan dan peluang usaha di masa depan.

Sementara itu, Rektor Universitas Nurul Jadid, Dr. K.H. Najiburrahman Wahid, M.Ag., menegaskan bahwa UNUJA merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid yang terus berupaya melakukan inovasi dan pengembangan di berbagai bidang.

Dalam pemaparannya, Kiai Najib menjelaskan adanya beberapa kategori perguruan tinggi berdasarkan orientasi pengembangannya.

“Paling bawah ada Learning Campus, yaitu kampus yang hanya berfokus pada proses belajar. Kemudian meningkat menjadi Research Campus, yakni kampus yang tidak hanya belajar, tetapi juga mengembangkan riset karena riset merupakan kunci dari ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Najib menyampaikan bahwa tingkatan tertinggi adalah Entrepreneur Campus, yaitu kampus yang tidak hanya mencetak lulusan berpengetahuan, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan.

“UNUJA berusaha menerapkan konsep link and match, yaitu menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia luar agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Kiai Najib menegaskan komitmen UNUJA untuk terus berkembang dengan menerapkan prinsip ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) terhadap berbagai praktik baik yang diterapkan oleh perguruan tinggi lain. “UNUJA terus berusaha melakukan ATM, yakni mengamati, meniru, dan memodifikasi berbagai inovasi dari kampus-kampus lain, serta senantiasa memperbarui kurikulum agar sesuai dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Probolinggo Edupreneur Youth Summit 2026, BEM UNUJA berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda sehingga mampu menjadi solusi atas persoalan pengangguran sekaligus menciptakan peluang kerja baru di tengah masyarakat.

Pewarta: Maria Al Faradela
Editor : Ponirin Mika