Pelatihan Kewaliasuhan Soroti Pentingnya Kecerdasan Emosional bagi Wali Asuh

www.nuruljadid.net – Pelatihan Kewaliasuhan yang diselenggarakan oleh Biro Kepesantrenan Puteri dan Biro Pengembangan Puteri Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) pada Jumat (26/06/2026) tidak hanya menyoroti pentingnya disiplin, tetapi juga mengupas keterampilan mengelola emosi bagi para wali asuh.

Pada sesi kedua, Ny. Muthmainnah Waqid hadir sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Bijak Mengelola Emosi: Kunci Ketenangan dan Keberhasilan.” Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak para peserta untuk memahami emosi sebagai bagian alami dari kehidupan yang perlu dikenali dan dikelola dengan baik.

Sosok yang akrab disapa Ning Iin itu menjelaskan bahwa emosi bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dipahami sebagai pesan dari dalam diri.

“Emosi itu ibarat alarm tubuh. Emosi juga dapat menjadi sinyal informasi dari diri sendiri atau ekspresi dari apa yang kita rasakan,” dawuh Ning Iin.

Menurut beliau, kemampuan mengenali emosi menjadi langkah awal untuk menciptakan ketenangan diri, terlebih bagi seorang wali asuh yang setiap hari berinteraksi dan mendampingi santri dengan berbagai karakter.

Lebih lanjut, Ning Iin menegaskan bahwa dalam kehidupan terdapat berbagai persoalan yang tidak semuanya dapat dikendalikan. Oleh karena itu, seseorang perlu belajar menerima keadaan sekaligus memfokuskan energi pada hal-hal yang masih berada dalam kendalinya.

“Sabar itu ada batasnya. Namun, ada beberapa hal yang dapat kita kendalikan dan ada pula yang tidak dapat kita kendalikan,” ungkapnya.

Pemaparan yang disampaikan secara hangat dan reflektif tersebut mengajak para peserta untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai situasi, mengelola emosi secara sehat, serta menghadirkan ketenangan dalam menjalankan amanah pengasuhan.

Melalui materi ini, diharapkan para wali asuh mampu menjadi pribadi yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional sehingga dapat mendampingi santri dengan penuh kesabaran, empati, dan keteladanan.

Pewarta: Maria Al Faradela
Editor : Ponirin Mika

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *