Wilayah Zaid bin Tsabit (K) Puteri juga Mengadakan Pertemuan Walisantri.

nuruljadid.net – Selain Wilayah Al Hasyimiyah, Wilayah Zaid bin Tsabit (K) Puteri juga mengadakan Silatrurrahim dan Rapat Walisantri ditempat yang berbeda. Kegiatan yang memiliki tujuan yang sama dengan kegiatan di Wilayah Al Hasyimiyah ini dihadiri oleh walisantri putera dan putri yang bertempat di Musholla Puteri Zaid bin Tsabit (K).

Dalam kegiatan ini, sosialisasi program wilayah dan pesantren menjadi tujuan utama dilaksanakannya kegiatan ini. Sentralisasi keuangan pesantren dan lembaga juga menjadi topik hangat pembicaraan pada rapat hari ini (11/06/17). Selain membicarakan tentang sentralisasi keuangan, Wilayah Zaid bin Tsabit ini juga mensosialisasikan program Madrasah Diniyah baru. Dimana pada tahun ini pelaksanaan Madrasah Diniyah dilaksanakan di pagi hari sesuai dengan porgram pesantren.

Tak hanya dua hal diatas, sistem pembayaran kost makan puteri Wilayah Zaid bin Tsabit (K) juga disosialisasikan. Pembayaran life cost (biaya hidup) santri juga dapat ditransfer ke rekening wilayah apabila walisantri tidak dapat membayarkan langsung di loket pembayaran. Dengan adanya program yang baru ini, walisantri dapat dimudahkan untuk memberikan uang makan puterinya tanpa harus memberikannya langsung kepada puterinya.

Berangkat dari hasil evaluasi bersama, Diniyah yang selama ini masih berjalan kurang maksimal dengan berbagai pertimbangan yang ada, maka program kegiatan Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Nurul Jadid disentralisasikan kepada lembaga formal. Dalam artian, kegiatan MADIN dilaksanakan pada pagi hari sejak pukul 07.45 – 09.00 WIB.

Pemangku Wilayah Zaid bin Tsabit (K), KH. Moh. Hefni Mahfudz memberikan tausiyah kepada seluruh walisantri yang hadir. Dalam tausiyah beliau, beliau berharap agar walisantri mendukung dan memberikan support penuh terhadap program pesantren yang telah dirumuskan dan dirancang bersama. Hal itu bertujuan agar program tersebut bisa berjalan dengan maksimal sesuai dengan tujuan dan harapan yang diinginkan oleh pesantren.

Tak hanya itu saja, dengan menafaatkan moment pulangan ini, pemangku Wilayah Zaid bin Tsabit berpesan agar walisantri dapat mengontrol kegiatan puterinya. Agar kebiasaan yang telah dilaksanakan di pondok dapat dilanjutkan dan diimplementasikan di rumah tanpa adanya pengawalan dari pengurus.

Tausiyah Pemaangku Wilayah Zaid bin Tsabit (K), KH. Hefni Mahfudz. Foto : Zaky/Red

“Kami berharap kepada bapak dan ibu agar senantiasa mengontrol kegiatan puterinya dirumah. Terkadang di pondok dia rajian ketika di rumah malah tambah malas.” Dawuh beliau

“Kemarin, ada santri yang boyong belum sampai 1 tahun. Kemudian dia berkunjung ke pondok dengan menggunakan pakaian yang tidak mencerminkan kesantrian. Ini adalah contoh yang tak perlu ditiru. Dan ini juga merupakan bahan evaluasi bagi kami sebagai pengurus wilayah untuk lebih inten dalam pembiasaan santri di pesantren agar mereka ketika diluar tidak menghilangkan sifat dan sikap kesantriannya” tambah beliau.

Diakhir tausiyahnya, beliau menyampaikan agar walisantri tidak canggung canggung untuk memberikan masukan kepada pesantren agar pesantren dapat berbenah diri. (zaky/red)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply