Kunjungan Pejabat Tinggi Bank Syariah Mandiri (BSM) di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

nuruljadid.net – Nama Pondok Pesantren Nurul Jadid yang sudah tak asing lagi dikalangan pemerintahan mendapatkan perhatian serius dari berbagai instansi pemerintahan. Beberapa hari yang lalu, 2 Perguruan Tinggi di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid melakukan kerjasama (MoU) dengan Polisi Resort (Polres) Probolinggo dan masih banyak lagi instansi pemerintahan yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Hari ini (20/04), kembali kunjungan dilakukan oleh instansi pemerintah, Bank Syariah Mandiri (BSM) berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Jadid. Mobil yang berisikan pejabat tinggi Bank Syariah Mandiri (BSM), Toyota Corolla Altis dengan bernopol L 5 BSM nampak parkrir di depan Dhalem Pengasuh.

Berkunjung dengan tujuan silaturrahim menjadi agenda pertemuan kali ini. Dalam pertemuan Pejabat BSM ditemani oleh KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh), KH. Abd. Hamid Wahid (Kepala Pesantren) dan KH. Faiz AHZ (Kepala Biro Usaha). Tidak hanya sekedar silaturrahim saja, dalam pertemuan kali ini dengan bincang bicang santai membicarakan tentang program pesantren kedepan yang dipaparkan secara singkat dan jelas oleh Kepala Pesantren dan ditanggapi dengan positif oleh Bapak Agus, Bapak Najib dan Bapak Edi.

“Kami merancang sebuah program pesantren agar bagaimana santri tidak memegang uang tunai, sekalipun mereka pegang uang tapi tidak terlalu banyak. Rencananya kami akan membuat sebuah program agar santri mudah dalam melakukan proses transaksi tanpa harus membayar tunai. Contohnya ketika santri selesai makan di koperasi, santri tinggal menunjukkan kartu indentitas santri (KIS) yang sudah dapat melakukan proses pembayaran sehingga mereka makan hanya cukup membawa KIS tersebut. Ini bertujuan agar meminimalisir kehilangan uang” ujar KH. Abd. Hamid Wahid dalam pertemuan bersama BSM.

Hal itu mendapat respon positif dari pihak BSM, Bapak Agus selaku pejabat tertinggi di BSM menanggapi hal yang diutarakan oleh Kepala Pesantren. Itu yang dinamakan dengan Top Branding, dimana masyarakat dapat melakukan pembelian dengan hanya memanfaatkan kartu, respon pejabat tinggi BSM tersebut.

Tak hanya berbicara tentang program pesantren kedepan saja, banyak hal yang dibicarakan seputar pesantren dan Bank Mandiri. Salah satunya adalah program Gebyar Ramadhan yang beberapa bulan lagi akan dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Gebyar Ramadhan yang diadakan untuk menyambut meriah dan senang kedatangan Bulan Suci penuh berkah. Hal itu juga mendapat respon positif dari pihak BSM, Bapak Agus menyuruh beberapa anggota BSM untuk mengikuti Gebyar Ramadhan tersebut. Dengan memperlakukan pejabatnya untuk mengikuti seluruh kegiatan pesantren selama Bulan Suci Ramadhan. Isitilah yang sering didengar adalah “pesantren kilat”. Kisaran 3 hari mereka (peserta pesantren kilat dari BSM) akan menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dan pihak pesantren akan mempersiapkannya, dawuh Kepala Pesantren merespon pernyataan dari Bapak Agus, Pejebat tertinggi BSM.

Akhir dari pertemuan ini adalah prosesi foto bersama antara BSM dan PP. Nurul Jadid. Dan kabarnya kedepan akan diadakan Memorendum of Understanding (MoU) antara pihak Pesantren dengan BSM. (Q2/Red).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply